Robot and Dragon Discussion

Hmm.. ini sketsa kasar saya, keliatan ya, I love to draw dragon and robot, and now they meet each other in one paper. Apakah pembicaraan yg terjadi?

Robot: Jadi bagaimana kabar mu?
Naga: Kurang sehat..
Robot: AH, ga bagus, memangnya knp?
Naga: Saya berhenti makan manusia..
Robot: Ah itu bagus, semacam vegetarian,
Naga: yah begitulah,
Robot: Lalu kau makan apa sekarang?
Naga: Semacam makanan kaleng,
Robot: Seperti Sarden..
Naga: Tidak,
Robot: lalu?
Naga (memandang robot): Kau sepertinya enak..

WHAT A DAY!

Halo pembaca setia saya,..... ah sunyi...., penulis yg dulu laris manis ini kini di tinggal pembacanya. Masa lalu memang begitu indah.

Seminggu ini diawali dengan suatu aib besar dimana saya tidak masuk ke Gereja di hari minggu. Buruk memang, apa lagi dengan alasan menyedihkan, "saya malas". Saya dikalahkan keinginan daging. I'm so sorry at this point.

Ah, hei kamu yg membaca blog ini, perbaiki tatapan merendahmu! Bukan berarti saya sepenuhnya buruk. Saya tetap berdoa pada Tuhan agar selalu disertai sepanjang hidup ini, oleh karena itu di hari senin lalu saya bertemu mobil keren ini di lampu merah:

Ini pertama kali saya melihat truck penyedot tinja secara langsung. Selama ini jujur saja mobil ini hanya sering terlihat di TV atau pun komik2 humor. Dan senin lalu bisa melihatnya secara langsung, so amazing exprience..

Saya menamai truck ini "the WTF",..Mobil ini berwarna kuning, benar-benar tersurat penyampaian warnanya. Yah kita tahu shit is yellow, and warna huruf dan selangnya biru. Mengartikan air yg lekat dengan Higienis..., yeah no problem with the blue, but the yellow? wtf..
Dan pria berhelm pink itu semakin memeriahkan suasana.

Hah? Saya mendengar terikan, "freak loe!" Siapa yang freak? Saya? AH sungguh kurang ajar, itu benar...





Oh ya, hari ini saya membawa pulang sebuah speaker for computer. Harganya murah2 saja sekitar 280ribu, but its good, the bass hit my heart. Mereknya simbadda. I have a new experience when play again Modern Warfare 2.

Night of Saturday

Hari apa ini? Jumat..AH betul hari sabtu. Jangan membayangkan galang larope sedang menulis dengan antusias di sebuah club malam berfasilitas Wi-fi. Kali ini seperti kebanyakan malam Minggu sejak kuliah. Malam ini habis di kamar pengap, berdebu, dinding yang terkelupas dan kasur yang mengeluarkan kecoa.. Kenapa? Tatapan apa itu? Sudah jelas itu bohongkan, jangan memasang wajah keheranan di saat saya berbohong.

Kita ingat dulu, malam minggu kemarin saya kemana? Ah sesuai catatan harian, disini dikatakan "hari ini sampe di rumah pukul 10.34, detiknya tidak bisa dihitung,". Menurut informasi disini saya baru pulang dari Plaza Semanggi. APa yang saya lakukan disana? Saya tidak tahu? Yang jelas dengan seorang wanita... kenapa? Salah saya berbohong?

Berarti malam minggu yang lalu saya keluar. Lalu kita liat malam minggu sebelum itu, ah catatan harian tidak menulis apa-apa disini, selain tulisan kecil di sudut,"Saya tidak menulis selain MASJUMNU." Saya ingat ini tulisan rahasia, tapi sayangnya saya sendiri lupa cara membacanya. Kesimpulannya malam minggu 10 April, tidak terjadi apa-apa tetapi mungkin terjadi apa-apa. Harap diingat saya tidak pernah melucu dengan kebodohan saya.

Ah, apakah kita harus membahas malam minggu sebelumnya lagi? memang niatnya akan saya bahas, karena ada tulisan menarik di buku catatan saya, misalnya tentang cewek cantik di kolam renang, cutter patah, komputer yg berhenti berkedip, dan tentang lantai 12 yg misterius. Tapi, mengapa saya harus membahasnya, saya tidak digaji akan tulisan yang bahkan tidak dibaca oleh orang yang sedang sial. Jadi suka-suka saya jika tiba-tiba berhenti di tengah. Oke jadi selesai disini.

Oh tunggu terakhir, mengenai MASJUMNU sudah terpecahkan dan itu ternyata nama seorang wanita. Hm siapa kah wanita itu? kalo penasaran sebaiknya jangan, karena apa sebenarnya urusan anda dengan saya disini?

Broken Heart


Cerita kali ini tentang teman saya. Saya terkejut ada sms masuk tengah malam, menanyakan apakah saya masih bangun? (Sms itu sok-sok pake bahasa Inggris lagi) Oh ternyata teman dari masa SMA, seorang cewek meminta saya menulis note tentang patah hati. 

Apa yang terjadi? Oh oh oh... dia ternyata sedang sakit hati dan merasa digantung, lalu di campakan begitu saja oleh seorang cowok, saya tak berpikir ia dicampakan oleh cewek juga... lagi pula ia tak berbakat menjadi lesbian. Oh so bad... Saya bingung, kondisi seperti ini seberapa parah bagi seorang cewek? Apakah separah saat bulu kaki yang terbakar bagi seorang cowok? Atau mungkin lebih parah saat di sangka akan membeli padahal kita hanya berniat lihat-lihat? 

Saya segera mematok tinggi, ini mungkin sesedih saat kerabat jauh ada yang meninggal. Saya balas sms itu, "wah, turut berduka ya". Setelah terkirim saya merasa sms itu seperti sebuah joke dan terkesan menertawakan. Ow, jangan berpikir seperti itu kawan, saya sama sekali tak merasa ada yang lucu dengan kisah anda.

Sudah lama saya menulis hal-hal tak berguna yang ternyata di baca oleh teman-teman saya. Niat saya saat memulai menulis dulu, tak lebih membagi apa yang saya pikirkan. Tak ada sama sekali niat menggurui seseorang, walaupun terkadang ada kata "jangan" yang saya gunakan. Itu sesungguhnya di tujukan pada diri saya sendiri, karena sejak awal note yang saya buat hanya untuk mengingatkan diri saya yang sering berubah-ubah pandangan. Maklum saya masih seorang bocah yang pandangannya tak konsisten. Saya bahkan terkadang bingung antara James Cameron dan Peter Jackson.

Kali ini saya merasa terharu ada yang mempercayakan apa yang saya tulis untuk menghiburnya. Saya tidak pede menghibur orang lain tetapi yah,.. jika menulis saya tak akan segan segan mengatakan apa saja yang saya pikirkan. Tak ada yang menjamin si cewek tak akan tersinggung atau malah hatinya semakin buruk.

Lalu anda sudah bosan saya tak langsung ke titik persoalan. Jangan sok marah dulu, saya bahkan mungkin lebih bosan dari anda, masalah borken heart ini susah jika tak dialami sendiri. Sementara saya tak pernah begitu memikirkan hal hal sensitif seperti ini. Saya mungkin belum mengalaminya. Yah, bukan sok jagoan, yang suka teriak-teriak "gue ngga pernah sakit hati!" Ada perbedaan besar saya menggunakan kata "belum" dan "tidak". Suatu saat mungkin, hanya saja jangan sampai kanker hati. 

Dalam hal ini, jujur saja tak ada yang dapat saya tulis. Tetapi heran juga, basa basi saya telah habis 6 paragraf. Tiap paragraf saya memikirkan apa yang sebaiknya saya katakan.

Baiklah, hmm.. saya tidak membela siapapun tetapi yang jelas tiap kejadian pasti ada alasannya. Jangan segera men-judge ini salah orang yang mencampakan anda. Saat suatu hal buruk menimpa anda, carilah apa alasan hal itu harus terjadi. Kemudian liat diri anda. Renungkan, mengapa hal tersebut harus terjadi pada anda. Oke anda mungkin mengatakan saya tak berperasaan sambil memaki-maki notebook di depan anda. Anda berkata begini, "Hey! Jelas ini salah dia, hati saya sakit harus ada yang bertanggung jawab atas apa yang saya rasakan! Sementara kamu meminta saya menyalahkan diri saya sendiri??!"

"Bukan begitu" Kata Galang ketakutan, terlihat mengecil di sudut rumah. Pahamilah, ada kalimat populer untuk masalah ini; "Kamu memikirkan dia sementara dia belum tentu memikirkan kamu." Coba dikaitkan dengan kondisi kamu: Kamu sakit hati, kecewa, memaki-maki dia di rumah, fotonya dikumpulin terus di bakar di halaman belakang, tiba-tiba tetangga anda yang terkejut melihat asap, berteriak panik. Polisi bersama satgas dari pemadam kebakaran berhambur ke rumah anda yang ternyata tak ada apa-apa. Tetangga anda yang ternyata adalah nenek2 berusia 79 tahun dan sebentar lagi ulang tahun, di tuduh memberikan laporan palsu. Ia mendapat peringatan keras dari kepolisian membuat ia terus memikirkan masalah ini. Kolesterolnya yang baru sembuh dari sebuah program penurunan kolesterol di TV kembali naik, tepat sejam sebelum ulang tahunnya ia meninggal karena stroke.

Lihat? Karena ulah mu, seorang nenek2 yang tak ada hubungannya meninggal tragis. Setelah di selidiki nenek itu masih kerabat jauh orang yang menyakiti anda, berhubung sang nenek yang malang tak memiliki anak, segala harta warisan jatuh kepada siapa yang anda sebut penyakiti hati in english Broken Hearter. Secara tak langsung anda sakit hati dan dia senang hati tanpa tahu apa-apa. Double knock down!!

Baiklah anda mungkin memaksakan diri membaca cerita berlebihan di atas. Saya mengerti anda sakit hati, dan hal tersebut adalah alamiah pada diri seseorang. Karena kamu wanita, pergilah ke kamar, kunci pintu pastikan juga jendela tertutup rapat. Hey hey.. tunggu dulu kenapa anda mengambil tali? Saya tak mengatakan apapun tentang bunuh diri! Bukan bunuh diri, tetapi "menangislah", pastikan sekeras mungkin, dan kuras habis air mata mu. Menangis itu bukan hal yang buruk, saya pernah membaca hal ilmiah tentang hal ini, yang jelas kondisi mu akan jauh lebih baik saat kamu selesai menangis. 

Lalu? Tentu saja itu bukan tips yang harus dilakukan 3 x sehari. Cukup sekali, sakit hati anda mungkin masih ada. Tetapi cobalah berusaha untuk menghilangkannya, mungkin memang susah tetapi cobalah. Jangan terus di naungi awan gelap, cobalah kembali ceria. Seperti yang saya telah katakan cobalah merenungkan hal itu dan ambil hikamahnya, banyak hikmah dari kejadian kamu. Mungkin: Saat kamu tengah bersedih dan kepala kamu nunduk ke bawah, kamu menemukan Rp 100.000 jatuh. Oke itu bercanda, saya menikmati bercanda dengan orang yang sakit hati (iblis speaking). 

Belajarlah dari pengalaman itu, apa yang telah terjadi dengan anda berdua, pelajari apa kekurangan anda, dan segala hal tentang hubungan anda itu. jangan terus di pikirkan, jika toh memang cowok anda itu seorang maniak yang suka menyakiti hati orang lain, dia akan terkejut melihat anda yang ceria. Segera sapa dia tunjukan tidak ada yang terjadi dengan anda walaupun anda mungkin telah menangis seharian di kamar. 

Sakit hati adalah wajar. Semua orang secara alamiah akan mengalaminya. Seperti peribahasa dulu, "menangislah jika harus menangis." sakit hati lah jika harus sakit hati. Semakin anda menolak sakit hati, akan semakin sakit hati anda. Ibarat anda mendorong paku. Semakin anda dorong, paku itu akan makin menancap, tetapi jika anda mengikuti dorongannya paku itu tak akan begitu sakit.  

Kesimpulannya; "Jangan terus tenggelam dalam rasa sakit itu, tetapi cobalah, berenanglah hingga mencapai arus tenang. Itulah hidup, Pahamilah itu hanya merupakan secuil dari bagian hidup anda yang kelak akan menjadi bahagia. Jika telah memahaminya saya yakin apa yang kamu alami saat ini hanya akan terlihat sepele. Yah, tentu saja walupun tidak sesepele itu bagi anda, tetapi itu hidup mu, your responsibility... milikmu yang harus kau jalani dan perjuangkan, apa yang saya katakan telah semua dan sesungguhnya tak berguna, selanjutnya merupakan tugas mu untuk menyelesaikannya..,that's a life... Life Life Life. hahaha"

SHERLOCK HOLMES MY REVIEW


Mungkin telat, dan anda sudah tak berniat menontonnya. Tetapi tak masalahkan? Saya hanya ingin sedikit menghibur Guy dengan Sherlock Holmesnya.

Saya seorang penggemar Holmes yang bukan berumur 70 tahun ke atas. Saya banyak membaca bukunya; sejak awal karirnya, terbunuh oleh Moriarty dan bangkit kembali dari neraka, hingga akhirnya terus hidup dan menjadi karakter abadi bersama Watson, dokter sahabatnya.

Lalu saya mendapat kabar tentang Sherlock Holmes the movie terbaru dari sebuah majalah. Tentu saja saya sangat antusias. Apalagi melihat nama Robert Downey Jr salah satu aktor favorit saya yang akan menjadi Holmes, yeah walaupun agak skeptis dgn Guy Ritchie yang kabarnya sutradara yang kental dengan action. Tetapi melihat karya pertamanya di The Hard Case, saya rasa dia akan memberikan kejutan di Sherlock Holmes. Bumbu crime fiction di Hard Case mungkin akan hadir kembali disini. Dan yah, itu benar... saya terkejut melihat Sherlock Holmes yang berotot disini.

Saya mungkin memang tidak mendapat apa yang saya harapkan dari film ini, bisa dikatakan tidak sesuai dengan imajinasi saya tentang dunia Sherlock Holmes di novel. Tetapi bagi saya justru itu lebih baik, dan Guy Ritchie tidak mengecewakan sama sekali, dia menghindari mempi buruk saya akan tertidur di bioskop dengan Sherlock Holmes dan Watson yang datar. Disini Sherlock Holmes lebih familiar dengan detektif abad ini, karakter yang diperkuat, dan Watson yang lebih langsing dari imajinasi saya, ternyata lebih lucu.  Bukan berarti karakter di film ini melenceng dari novelnya, mereka hanya di perkuat. Yah, mungkin mereka yang berumur 70an akan mempermasalahkan pipa rokok Holmes yang absen disini. Dan juga topi dan mantel berenda.

Secara garis besar film ini menceritakan tentang Lord Blackwood bangsawan yang ditangkap oleh Holmes dan di jatuhi hukuman mati karena penggunaan sihir hitam. Kasus dimulai saat Blackwood yang telah tewas terlihat bangkit kembali dari kuburnya oleh seorang penjaga makam, hal ini kembali mendorong Holmes bersama Watson untuk kembali menelusuri kota London guna mencari kebenaran tentang kebangkitan kembali Lord Blackwood. 

Di film ini juga di hadirkan kembali Irene Adler , seorang wanita yang pernah mengalahkan Holmes dalam kisah novelnya. Disni Irene hadir dengan plot tersendiri. Apa yang dilakukan Irene disini bagi saya memberikan pertanda akan adanya sekuel dari kisah ini. Jika anda juga penasaran sebaiknya segera ke penjual DVD bajakan terdekat. Oh baiklah itu ilegal. Entah mengapa terkadang saya merasa di Indonesia bajakan bukan hal yang ilegal, mungkin karena memang tak terlihat ilegal, hanya terdengar ilegal.

Film ini memang menuai protes dari penggamar fanatik novelnya, entah almarhum Conan Doyle ikut cemberut di alam baka sana, tetapi yang jelas film ini sama sekali tidak buruk. Perbedaan di novel dan film sudah sewajarnya terjadi, karena sejak awal media ini memang dua hal yang berbeda. Saya bisa dikatakan penggemar novelnya, tetapi saya tidak kecewa dengan film ini, mengapa? Karena saya menyadari perbedaan media film dan novel, kehadiran aksi laga di film ini memang mendapat porsi lebih ketimbang kebiasaan Holmes duduk di bangku kemudian berpikir. Tetapi justru disinilah letak perbedaan itu, ingat, novel adalah sebuah buku dimana kita di tuntut untuk berpikir dan berimajinasi seturut alur cerita. Tetapi ini Film, disini kita disuguhi tampilan visual, jika anda mengharapkan melihat holmes yang terus berpikir sepanjang cerita, saya mungkin orang pertama yang akan tertidur di atas kursi empuk XXI. 

Kesimpulannya, Guy Ritchie sama sekali tidak mengecewakan. Ia menghadirkan karakter Holmes yang baru, sedikit berbeda dengan Holmes yang di novel, tetapi ia tetap Holmes, saya tetap merasakan kehadiran Holmes milik Conan Doyle di film ini walaupun tanpa pipa rokok dan topinya. Jude dan Robert terlihat kocak dan serasi di film ini, sebuah nilai plus untuk Guy Ritchie dalam memberikan duet Holmes Watson yang tepat. Dunia yang dihadirkan Guy Ritchie hadir lebih fresh dan sesuai dengan selera di abad ini. Beruntung ia tak memakasakan kita menonton film yang disesuaikan dengan selera kakek kita.

Film ini mungkin mengecewakan mereka yang sering mengenakan pakaian2 ala Holmes di acara-acara cosplay. Tetapi jika anda mau sedikit bertoleril , film ini akan sangat menghibur. 



Mainan Kayu


Lamunan...

Di bayang-bayang kelabu gedung tinggi

Senyuman...

Di puncak tertinggi di antara kilauan

Aku berdiri disini di bawah langit menopang kehidupan bobrok

Di sana para manusia dewa dengan keretanya bernyanyi riuh

Di sini tak seorang pun tersenyum, aku juga

Aku ingin kereta mewah mereka membawaku mengelilingi langit

Maka aku berjuang mencapai langit yang sama dengan mereka

Melihat hal yang sama dengan para dewa

Mungkin berhasil, sungguh mungkin, mungkinkah?

tetapi.....

Tak ada cawan untuk ku disana, langit menolakku dengan badai

Aku harus turun darimana aku berasal

Aku kecewa dengan perasaan bersalah

Menolak hidup

Menolak takdir

Menolak mimpi di bumi

Aku miskin dan kedinginan di bumi

Melihat kereta mewah itu lagi... aku terpikir

Kembali ke ke hutan, baiklah aku akan bermain saja dengan mainan kayu...

REVIEW 1ST SEMESTER: DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Banyak anak SMA dan sederajat yang salah kaprah dengan jurusan ini, atau mungkin lebih tepat saya mengatakan; salah "mengimajinasinya". Dan itu termasuk saya yang saat itu masih penuh semangat di bangku SMA.

Saya dulu berpikir, saya punya modal cukup kuat di desain. Pengalaman sy di lomba2 desain di masa SMA bisa dikatakan cukup, walaupun tak bgitu bnyak yang dimenangkan. Saya merasa saya bisa menggambar dengan baik, dan terkadang orang menilai sy kreatif. Begitulah pemikiran saya di jaman dulu, menurut saya: SAYA KUAT DI BIDANG INI.

Dan apa yang terjadi dengan pria optimis ini setelah melewati satu semester yang singkat, tetapi tingkat kepadatannya melebihi range yg disediakan? Yah, cukup menyedihkan saya rasa, mengapa? Realitas yang terjadi sungguh berbeda dengan apa yang di bayangkan di masa2 optimisme dulu. Salah satu yang benar jauh dari imajinasi liar saya ialah, relasi dengan benda warna-warni menjijikan: CAT POSTER.

Memang bagi sebagian mahasiswa itu bukanlah beban, bahkan ada beberapa mahasiswi yang menganggap cat poster adalah "mainan". Baginya itu menyenangkan, di bagian ini jelas saya iri. Andai saya perempuan, mungkin tidak akan masalah melakukan hal membosankan itu sepanjang hari, mengecat benda seukuran A4.. dengan kuas ukuran kecil LoL. Masalahnya saya pria, dan saya cukup brutal dalam mengaplikasikan kuas. Alhasil kinerja saya di Teori Warna bisa dikatakan sangat tidak baik, tetapi sangat tidak buruk juga. Di mata kuliah ini penekanan ada pada kerapian. Right! kerapian, sementara saya bahakan tidak menyisir rambut saat kemana-mana, bahkan pesta pernikahan.

Sementara itu di tabel lain di binusmaya, ada sebuah mata kuliah lucu yang tak jelas, ialah Nirmana Datar. Saya tidak bodoh, dan tidak akan mengakuinya, saya paham apa maksud dari Nirmana, dalam bahasa universal ini seperti mencipta sesuatu dari kehampahan. Apapun itu bentuknya, makanya pada awal2 perkuliahan saya mulai mengenal istilah Shape and Line sebagai dasar dari seorang dosen berkumis seperti master kungfu. (Saya menduga dan cukup yakin di kehidupan terdahulu ia seorang pendekar hebat.)

Di mata kuliah ini bisa dikatakan kinerja saya bagus, ini dibawah very good, dan outstanding. Artinya bagus, tetapi tidak begitu hebat. Oke, lalu ternyata saya cukup bisa disini, tetapi mengapa "aneh" dan "lucu" ada dalam benak saya. Gini, Aneh ada pada tugas2 yang diberikan, Contohnya: kami pernah di suruh mengumpulakn benda yg bagi saya sampah di selurh penjuru kampus untuk tugas, tetapi bahkan sampah itu tak terpakai saat pengaplikasiannya pada paper. Kemudian "lucu" ada pada pemberian nilai yang kadang tak terduga. Pernah kejadian sebuah tugas seorang teman saya di puji-puji saat belum di kumpulkan, seluruhnya rata2 menilai ini pasti A. Tetapi kenyataannya, saat tugas mulai di deretkan berdasarkan nilai. Sungguh mengerikan tugas yang terlihat dibuat bgitu susah payah terlihat duduk manis di deretan C dan B, pasrah pada tempat yg diberikan. Banyak kejadian seperti ini dan bahkan ada yang sebaliknya. Disangka bakal E, eh taunya A. Sejak saat itu sy pensiun memprediksi nilai untuk nirmana datar. Ini jauh lebih sulit dari pada mempredikis MU vs Milan.

Ada lagi dua mata kuliah pendukung Bahasa Inggris dan Character Building. Tolong jangan membahas Bahasa Inggris, dalam hal ini saking jagonya saya berbahasa inggris, sepertinya saya perlu mengambil sebuah Semester Pendek (-_-''). Kemudian Character Building, disingkat CB... sebaiknya kita menilai mata kuliah ini dari kepanjangan2 yang dibuat para Mahasiswa teladan. CB ada yang menyebutnya Cabur Bareng, Cicak Boring, Cacat Bener (ini sy tdk bisa memberi komentar). Begitu penilaian mereka, tetapi lucunya disini saya justru berpikir berbeda, bagi saya mata kuliah ini menarik. Pembahasan Psikologi manusia sejak dulu memberikan ketertarikan tersendiri pada saya.

Lalu ada Menggambar, disini saya benar-benar sombong sehingga selalu duduk terdepan saat proses kuliah berlangsung. Ini benar2 mata kuliah yang membuat saya cukup pede untuk duduk tepat di depan meja Dosen. Tujuannya tentu agar saya bisa mendapat tips tips lebih dari para Dosen, dan kini saya mendapat tips rahasia pamungkas yang saya curi dari seorang dosen. Berhubung ini rahasia, jadi saya akan mengatakannya saja. (eh???)

Saat itu saya mengamati buku gambar seorang dosen, dan tertarik dari gaya penarikan garisnya yang menebal menipis dan terlihat begitu stabil. Lalu tanpa basa basi saya segera meminta; "pak, ini gimana.." Belum selesai saya bicara beliau sudah menghabur A3 saya. Tangannya memegan pensil seperti memegang palet yg biasa digunakan pada archilic ataupun cat minyak, sehingga pensil lebih horizontal,. Saat pertama kali saya melihat saya segera menilai caranya benar-benar sungguh tidak nyaman, tetapi setelah di coba:.... ah yah, memang tidak nyaman, butuh waktu hingga akhirnya saya merasa nyaman, dan benar saja, garis yang dihasilkan terjadi perubahan tebal tipis dan jauh lebih stabil, dan bahkan tanpa perlu menekan berlebihan garis terlihat lebih tegas. Kini setiap menggambar teknik itu yang saya gunakan. Yah, jika diingat-ingat lagi hanya di mata kuliah ini saya tidak tidur di bangku paling belakang seperti yang terjadi pada TW.

Next ada SSRB dan Komputer Gratis, eh maksud saya Komputer Grafis. Sorry blakangan ini entah mengapa saya terobsesi dengan hal-hal berbau Gratis. Mengenai Sejarah Seni Rupa Barat, tidak ada yang istimewa disini selain Dosennya yang lucu dan sepertinya cantik. Proses perkuliahan berlangsung gelap, mengapa gelap? Yah, karena rata2 tiapa pertemuan kita akan disuguhkan sebuah film dokumenter apakah itu ttg mesir, yunani, proses pembuatan Mozaik, dll, dan itu menggunakan proyektor sehingga dibutuhkan penerangan yang gelap. Ini benar-benar kesempatan yang tak akan disia-siakan seorang tukang tidur, atau yang tadi malam, menonton Bola. Sungguh saya tak pernah menyia-nyiakannya. Mengenai kinerja saya, saya bisa mengatakan baik. Tak ada yang cukup merepotkan disini.

The last dan dimana progress saya bisa dikatakn baik adalah di sini. Komputer Grafis, ini termasuk dalam prediksi imajinasi saya di masa SMA selain menggambar. Oleh karena itu saya cukup pede dalam hal ini karena sudah diprediksi sebelumnya, ibarat seorang sniper yang siap dengan tiga cadangan scope. Cukup mengejutkan pada awalnya karena saya sempat menilai Adobe Illustrator tidak baik dibanding corel paint yg sudah pernah saya coba-coba. Saat pengambilan tugas pertama saya cukup puas tetapi tidak begitu puas mendapat 90. kemudian di tugas berikutnya terjadi progres yang cukup baik, 98 saat mentracing sebuah sepatu. Kemudian nilai saya terus bermain di daerah 90 dan akhirnya saat tugas karikatur diri bisa mencapai 100. Cukup banyak yang dapat 100 saat itu.

Mengenai UAS dan UTS, saya bermasalah dalam dua ujian penting ini. Bukan karena saya menonjok seorang dosen, ataupun melakukan pelecehan seksual pada seorang mahasiswi. Tetapi lebih kepada "yang memang sudah harus terjadi" Saat UTS, saya terlambat mengikuti Character Building karena di ceramahi hujan di tengah jalan, (saya seorang Slow Biker). Kemudian saat UAS saya terserang virus cacar, sempat stres beberapa menit, kemudian kembali positif. Dua mata kuliah tidak saya ujiankan tetapi puji Tuhan ujian susualan saya diterima oleh binus. Saya sempat memaksakan tubuh saya saat ujian menggambar, tak peduli jika saya akan membawa virus pada teman saya. Egois memang, tapi itulah semangat saya (semangat yg merugikan).

Yah, dari segala yang terjadi sepanjang masa perkuliahan bisa dikatakan progress sy biasa-biasa saja, dan sedikit menyusahkan. Lagi pula jurusan ini ternyata tidak bisa dikatakan santai seperti pada perkiraan awal. Yah...Kenyataan memang kadang tak sesuai dengan apa yang dibayangkan atau mungkin lebih tepat dikatakan yang sy "harapkan" dulu. Tiap Jalan yang kita pilih tak mungkin akan mudah, jangan pernah mengharapkan sesuatu akan sesuai dengan harapan(otomatis kita mengharapkan kemudahan dan kelebihan dari apa yg ada), karena apa yang kita jalani ini adalah hidup, dan sejak dahulu kala tak ada hidup yang mudah. Dalam contoh kasus sedrhana, mungkin kau memliki seorang sahabat pena... okey okey (saya terkadang lupa kalo ini abad 20),,, sahabat di facebook kalo bgitu, kalian sudah akrab dan kemudian memutuskan untuk kopi darat, bertemu di suatu tempat. Anda mungkin di jalan sudah mulai menyusun skenario-skenario yg ada, tetapi saat bertemu ternyata berbeda jauh dengan prediksi sebelumnya. Nah, disinilah yang saya pandang sebagai 'aturan hidup'. Bagaimana kita mengkondisikan diri kita pada keadaan yang selalu tak sesuai harapan adalah aturan hidup yang saya maksud. Selanjutnya, hanya bagaimana cara kita terus bertahan, terus melihat awal mimpi kita, dan membuat keadaan yang ada menjadi sesuai harapan, itulah inti dari hidup.

Kesimpulannya tak ada yang lebih mudah atau lebih sulit dalam hidup, yah, andai saya memiliki dua tubuh mungkin saya bisa menyuruh salah satu tubuh saya mengambil jurusan Komunikasi, dengan mimpi menjadi wartawan. Tetapi ini tidak seperti itu kan? tubuh kita hanya satu dan selalu harus berada dalam satu garis. Perbandingan lebih mudah atau lebih sulit tak mungkin akan terjadi. Jadi yakinlah pada setiap pilihan, buatlah sebuah goal, tak apa membayangkan skenario yang ada... jika toh nanti kenyataannya sungguh bertolak belakang, disinilah tugas kita mewujudkan kenyataan mengerikan itu, menjadi kenyataan yang indah sesuai impian kita.