Lamunan...
Di bayang-bayang kelabu gedung tinggi
Senyuman...
Di puncak tertinggi di antara kilauan
Aku berdiri disini di bawah langit menopang kehidupan bobrok
Di sana para manusia dewa dengan keretanya bernyanyi riuh
Di sini tak seorang pun tersenyum, aku juga
Aku ingin kereta mewah mereka membawaku mengelilingi langit
Maka aku berjuang mencapai langit yang sama dengan mereka
Melihat hal yang sama dengan para dewa
Mungkin berhasil, sungguh mungkin, mungkinkah?
tetapi.....
Tak ada cawan untuk ku disana, langit menolakku dengan badai
Aku harus turun darimana aku berasal
Aku kecewa dengan perasaan bersalah
Menolak hidup
Menolak takdir
Menolak mimpi di bumi
Aku miskin dan kedinginan di bumi
Melihat kereta mewah itu lagi... aku terpikir
Kembali ke ke hutan, baiklah aku akan bermain saja dengan mainan kayu...





No response to “Mainan Kayu”
Posting Komentar