SHERLOCK HOLMES MY REVIEW


Mungkin telat, dan anda sudah tak berniat menontonnya. Tetapi tak masalahkan? Saya hanya ingin sedikit menghibur Guy dengan Sherlock Holmesnya.

Saya seorang penggemar Holmes yang bukan berumur 70 tahun ke atas. Saya banyak membaca bukunya; sejak awal karirnya, terbunuh oleh Moriarty dan bangkit kembali dari neraka, hingga akhirnya terus hidup dan menjadi karakter abadi bersama Watson, dokter sahabatnya.

Lalu saya mendapat kabar tentang Sherlock Holmes the movie terbaru dari sebuah majalah. Tentu saja saya sangat antusias. Apalagi melihat nama Robert Downey Jr salah satu aktor favorit saya yang akan menjadi Holmes, yeah walaupun agak skeptis dgn Guy Ritchie yang kabarnya sutradara yang kental dengan action. Tetapi melihat karya pertamanya di The Hard Case, saya rasa dia akan memberikan kejutan di Sherlock Holmes. Bumbu crime fiction di Hard Case mungkin akan hadir kembali disini. Dan yah, itu benar... saya terkejut melihat Sherlock Holmes yang berotot disini.

Saya mungkin memang tidak mendapat apa yang saya harapkan dari film ini, bisa dikatakan tidak sesuai dengan imajinasi saya tentang dunia Sherlock Holmes di novel. Tetapi bagi saya justru itu lebih baik, dan Guy Ritchie tidak mengecewakan sama sekali, dia menghindari mempi buruk saya akan tertidur di bioskop dengan Sherlock Holmes dan Watson yang datar. Disini Sherlock Holmes lebih familiar dengan detektif abad ini, karakter yang diperkuat, dan Watson yang lebih langsing dari imajinasi saya, ternyata lebih lucu.  Bukan berarti karakter di film ini melenceng dari novelnya, mereka hanya di perkuat. Yah, mungkin mereka yang berumur 70an akan mempermasalahkan pipa rokok Holmes yang absen disini. Dan juga topi dan mantel berenda.

Secara garis besar film ini menceritakan tentang Lord Blackwood bangsawan yang ditangkap oleh Holmes dan di jatuhi hukuman mati karena penggunaan sihir hitam. Kasus dimulai saat Blackwood yang telah tewas terlihat bangkit kembali dari kuburnya oleh seorang penjaga makam, hal ini kembali mendorong Holmes bersama Watson untuk kembali menelusuri kota London guna mencari kebenaran tentang kebangkitan kembali Lord Blackwood. 

Di film ini juga di hadirkan kembali Irene Adler , seorang wanita yang pernah mengalahkan Holmes dalam kisah novelnya. Disni Irene hadir dengan plot tersendiri. Apa yang dilakukan Irene disini bagi saya memberikan pertanda akan adanya sekuel dari kisah ini. Jika anda juga penasaran sebaiknya segera ke penjual DVD bajakan terdekat. Oh baiklah itu ilegal. Entah mengapa terkadang saya merasa di Indonesia bajakan bukan hal yang ilegal, mungkin karena memang tak terlihat ilegal, hanya terdengar ilegal.

Film ini memang menuai protes dari penggamar fanatik novelnya, entah almarhum Conan Doyle ikut cemberut di alam baka sana, tetapi yang jelas film ini sama sekali tidak buruk. Perbedaan di novel dan film sudah sewajarnya terjadi, karena sejak awal media ini memang dua hal yang berbeda. Saya bisa dikatakan penggemar novelnya, tetapi saya tidak kecewa dengan film ini, mengapa? Karena saya menyadari perbedaan media film dan novel, kehadiran aksi laga di film ini memang mendapat porsi lebih ketimbang kebiasaan Holmes duduk di bangku kemudian berpikir. Tetapi justru disinilah letak perbedaan itu, ingat, novel adalah sebuah buku dimana kita di tuntut untuk berpikir dan berimajinasi seturut alur cerita. Tetapi ini Film, disini kita disuguhi tampilan visual, jika anda mengharapkan melihat holmes yang terus berpikir sepanjang cerita, saya mungkin orang pertama yang akan tertidur di atas kursi empuk XXI. 

Kesimpulannya, Guy Ritchie sama sekali tidak mengecewakan. Ia menghadirkan karakter Holmes yang baru, sedikit berbeda dengan Holmes yang di novel, tetapi ia tetap Holmes, saya tetap merasakan kehadiran Holmes milik Conan Doyle di film ini walaupun tanpa pipa rokok dan topinya. Jude dan Robert terlihat kocak dan serasi di film ini, sebuah nilai plus untuk Guy Ritchie dalam memberikan duet Holmes Watson yang tepat. Dunia yang dihadirkan Guy Ritchie hadir lebih fresh dan sesuai dengan selera di abad ini. Beruntung ia tak memakasakan kita menonton film yang disesuaikan dengan selera kakek kita.

Film ini mungkin mengecewakan mereka yang sering mengenakan pakaian2 ala Holmes di acara-acara cosplay. Tetapi jika anda mau sedikit bertoleril , film ini akan sangat menghibur. 



No response to “SHERLOCK HOLMES MY REVIEW”

Posting Komentar