Broken Heart


Cerita kali ini tentang teman saya. Saya terkejut ada sms masuk tengah malam, menanyakan apakah saya masih bangun? (Sms itu sok-sok pake bahasa Inggris lagi) Oh ternyata teman dari masa SMA, seorang cewek meminta saya menulis note tentang patah hati. 

Apa yang terjadi? Oh oh oh... dia ternyata sedang sakit hati dan merasa digantung, lalu di campakan begitu saja oleh seorang cowok, saya tak berpikir ia dicampakan oleh cewek juga... lagi pula ia tak berbakat menjadi lesbian. Oh so bad... Saya bingung, kondisi seperti ini seberapa parah bagi seorang cewek? Apakah separah saat bulu kaki yang terbakar bagi seorang cowok? Atau mungkin lebih parah saat di sangka akan membeli padahal kita hanya berniat lihat-lihat? 

Saya segera mematok tinggi, ini mungkin sesedih saat kerabat jauh ada yang meninggal. Saya balas sms itu, "wah, turut berduka ya". Setelah terkirim saya merasa sms itu seperti sebuah joke dan terkesan menertawakan. Ow, jangan berpikir seperti itu kawan, saya sama sekali tak merasa ada yang lucu dengan kisah anda.

Sudah lama saya menulis hal-hal tak berguna yang ternyata di baca oleh teman-teman saya. Niat saya saat memulai menulis dulu, tak lebih membagi apa yang saya pikirkan. Tak ada sama sekali niat menggurui seseorang, walaupun terkadang ada kata "jangan" yang saya gunakan. Itu sesungguhnya di tujukan pada diri saya sendiri, karena sejak awal note yang saya buat hanya untuk mengingatkan diri saya yang sering berubah-ubah pandangan. Maklum saya masih seorang bocah yang pandangannya tak konsisten. Saya bahkan terkadang bingung antara James Cameron dan Peter Jackson.

Kali ini saya merasa terharu ada yang mempercayakan apa yang saya tulis untuk menghiburnya. Saya tidak pede menghibur orang lain tetapi yah,.. jika menulis saya tak akan segan segan mengatakan apa saja yang saya pikirkan. Tak ada yang menjamin si cewek tak akan tersinggung atau malah hatinya semakin buruk.

Lalu anda sudah bosan saya tak langsung ke titik persoalan. Jangan sok marah dulu, saya bahkan mungkin lebih bosan dari anda, masalah borken heart ini susah jika tak dialami sendiri. Sementara saya tak pernah begitu memikirkan hal hal sensitif seperti ini. Saya mungkin belum mengalaminya. Yah, bukan sok jagoan, yang suka teriak-teriak "gue ngga pernah sakit hati!" Ada perbedaan besar saya menggunakan kata "belum" dan "tidak". Suatu saat mungkin, hanya saja jangan sampai kanker hati. 

Dalam hal ini, jujur saja tak ada yang dapat saya tulis. Tetapi heran juga, basa basi saya telah habis 6 paragraf. Tiap paragraf saya memikirkan apa yang sebaiknya saya katakan.

Baiklah, hmm.. saya tidak membela siapapun tetapi yang jelas tiap kejadian pasti ada alasannya. Jangan segera men-judge ini salah orang yang mencampakan anda. Saat suatu hal buruk menimpa anda, carilah apa alasan hal itu harus terjadi. Kemudian liat diri anda. Renungkan, mengapa hal tersebut harus terjadi pada anda. Oke anda mungkin mengatakan saya tak berperasaan sambil memaki-maki notebook di depan anda. Anda berkata begini, "Hey! Jelas ini salah dia, hati saya sakit harus ada yang bertanggung jawab atas apa yang saya rasakan! Sementara kamu meminta saya menyalahkan diri saya sendiri??!"

"Bukan begitu" Kata Galang ketakutan, terlihat mengecil di sudut rumah. Pahamilah, ada kalimat populer untuk masalah ini; "Kamu memikirkan dia sementara dia belum tentu memikirkan kamu." Coba dikaitkan dengan kondisi kamu: Kamu sakit hati, kecewa, memaki-maki dia di rumah, fotonya dikumpulin terus di bakar di halaman belakang, tiba-tiba tetangga anda yang terkejut melihat asap, berteriak panik. Polisi bersama satgas dari pemadam kebakaran berhambur ke rumah anda yang ternyata tak ada apa-apa. Tetangga anda yang ternyata adalah nenek2 berusia 79 tahun dan sebentar lagi ulang tahun, di tuduh memberikan laporan palsu. Ia mendapat peringatan keras dari kepolisian membuat ia terus memikirkan masalah ini. Kolesterolnya yang baru sembuh dari sebuah program penurunan kolesterol di TV kembali naik, tepat sejam sebelum ulang tahunnya ia meninggal karena stroke.

Lihat? Karena ulah mu, seorang nenek2 yang tak ada hubungannya meninggal tragis. Setelah di selidiki nenek itu masih kerabat jauh orang yang menyakiti anda, berhubung sang nenek yang malang tak memiliki anak, segala harta warisan jatuh kepada siapa yang anda sebut penyakiti hati in english Broken Hearter. Secara tak langsung anda sakit hati dan dia senang hati tanpa tahu apa-apa. Double knock down!!

Baiklah anda mungkin memaksakan diri membaca cerita berlebihan di atas. Saya mengerti anda sakit hati, dan hal tersebut adalah alamiah pada diri seseorang. Karena kamu wanita, pergilah ke kamar, kunci pintu pastikan juga jendela tertutup rapat. Hey hey.. tunggu dulu kenapa anda mengambil tali? Saya tak mengatakan apapun tentang bunuh diri! Bukan bunuh diri, tetapi "menangislah", pastikan sekeras mungkin, dan kuras habis air mata mu. Menangis itu bukan hal yang buruk, saya pernah membaca hal ilmiah tentang hal ini, yang jelas kondisi mu akan jauh lebih baik saat kamu selesai menangis. 

Lalu? Tentu saja itu bukan tips yang harus dilakukan 3 x sehari. Cukup sekali, sakit hati anda mungkin masih ada. Tetapi cobalah berusaha untuk menghilangkannya, mungkin memang susah tetapi cobalah. Jangan terus di naungi awan gelap, cobalah kembali ceria. Seperti yang saya telah katakan cobalah merenungkan hal itu dan ambil hikamahnya, banyak hikmah dari kejadian kamu. Mungkin: Saat kamu tengah bersedih dan kepala kamu nunduk ke bawah, kamu menemukan Rp 100.000 jatuh. Oke itu bercanda, saya menikmati bercanda dengan orang yang sakit hati (iblis speaking). 

Belajarlah dari pengalaman itu, apa yang telah terjadi dengan anda berdua, pelajari apa kekurangan anda, dan segala hal tentang hubungan anda itu. jangan terus di pikirkan, jika toh memang cowok anda itu seorang maniak yang suka menyakiti hati orang lain, dia akan terkejut melihat anda yang ceria. Segera sapa dia tunjukan tidak ada yang terjadi dengan anda walaupun anda mungkin telah menangis seharian di kamar. 

Sakit hati adalah wajar. Semua orang secara alamiah akan mengalaminya. Seperti peribahasa dulu, "menangislah jika harus menangis." sakit hati lah jika harus sakit hati. Semakin anda menolak sakit hati, akan semakin sakit hati anda. Ibarat anda mendorong paku. Semakin anda dorong, paku itu akan makin menancap, tetapi jika anda mengikuti dorongannya paku itu tak akan begitu sakit.  

Kesimpulannya; "Jangan terus tenggelam dalam rasa sakit itu, tetapi cobalah, berenanglah hingga mencapai arus tenang. Itulah hidup, Pahamilah itu hanya merupakan secuil dari bagian hidup anda yang kelak akan menjadi bahagia. Jika telah memahaminya saya yakin apa yang kamu alami saat ini hanya akan terlihat sepele. Yah, tentu saja walupun tidak sesepele itu bagi anda, tetapi itu hidup mu, your responsibility... milikmu yang harus kau jalani dan perjuangkan, apa yang saya katakan telah semua dan sesungguhnya tak berguna, selanjutnya merupakan tugas mu untuk menyelesaikannya..,that's a life... Life Life Life. hahaha"

No response to “Broken Heart”

Posting Komentar