REVIEW 1ST SEMESTER: DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Banyak anak SMA dan sederajat yang salah kaprah dengan jurusan ini, atau mungkin lebih tepat saya mengatakan; salah "mengimajinasinya". Dan itu termasuk saya yang saat itu masih penuh semangat di bangku SMA.

Saya dulu berpikir, saya punya modal cukup kuat di desain. Pengalaman sy di lomba2 desain di masa SMA bisa dikatakan cukup, walaupun tak bgitu bnyak yang dimenangkan. Saya merasa saya bisa menggambar dengan baik, dan terkadang orang menilai sy kreatif. Begitulah pemikiran saya di jaman dulu, menurut saya: SAYA KUAT DI BIDANG INI.

Dan apa yang terjadi dengan pria optimis ini setelah melewati satu semester yang singkat, tetapi tingkat kepadatannya melebihi range yg disediakan? Yah, cukup menyedihkan saya rasa, mengapa? Realitas yang terjadi sungguh berbeda dengan apa yang di bayangkan di masa2 optimisme dulu. Salah satu yang benar jauh dari imajinasi liar saya ialah, relasi dengan benda warna-warni menjijikan: CAT POSTER.

Memang bagi sebagian mahasiswa itu bukanlah beban, bahkan ada beberapa mahasiswi yang menganggap cat poster adalah "mainan". Baginya itu menyenangkan, di bagian ini jelas saya iri. Andai saya perempuan, mungkin tidak akan masalah melakukan hal membosankan itu sepanjang hari, mengecat benda seukuran A4.. dengan kuas ukuran kecil LoL. Masalahnya saya pria, dan saya cukup brutal dalam mengaplikasikan kuas. Alhasil kinerja saya di Teori Warna bisa dikatakan sangat tidak baik, tetapi sangat tidak buruk juga. Di mata kuliah ini penekanan ada pada kerapian. Right! kerapian, sementara saya bahakan tidak menyisir rambut saat kemana-mana, bahkan pesta pernikahan.

Sementara itu di tabel lain di binusmaya, ada sebuah mata kuliah lucu yang tak jelas, ialah Nirmana Datar. Saya tidak bodoh, dan tidak akan mengakuinya, saya paham apa maksud dari Nirmana, dalam bahasa universal ini seperti mencipta sesuatu dari kehampahan. Apapun itu bentuknya, makanya pada awal2 perkuliahan saya mulai mengenal istilah Shape and Line sebagai dasar dari seorang dosen berkumis seperti master kungfu. (Saya menduga dan cukup yakin di kehidupan terdahulu ia seorang pendekar hebat.)

Di mata kuliah ini bisa dikatakan kinerja saya bagus, ini dibawah very good, dan outstanding. Artinya bagus, tetapi tidak begitu hebat. Oke, lalu ternyata saya cukup bisa disini, tetapi mengapa "aneh" dan "lucu" ada dalam benak saya. Gini, Aneh ada pada tugas2 yang diberikan, Contohnya: kami pernah di suruh mengumpulakn benda yg bagi saya sampah di selurh penjuru kampus untuk tugas, tetapi bahkan sampah itu tak terpakai saat pengaplikasiannya pada paper. Kemudian "lucu" ada pada pemberian nilai yang kadang tak terduga. Pernah kejadian sebuah tugas seorang teman saya di puji-puji saat belum di kumpulkan, seluruhnya rata2 menilai ini pasti A. Tetapi kenyataannya, saat tugas mulai di deretkan berdasarkan nilai. Sungguh mengerikan tugas yang terlihat dibuat bgitu susah payah terlihat duduk manis di deretan C dan B, pasrah pada tempat yg diberikan. Banyak kejadian seperti ini dan bahkan ada yang sebaliknya. Disangka bakal E, eh taunya A. Sejak saat itu sy pensiun memprediksi nilai untuk nirmana datar. Ini jauh lebih sulit dari pada mempredikis MU vs Milan.

Ada lagi dua mata kuliah pendukung Bahasa Inggris dan Character Building. Tolong jangan membahas Bahasa Inggris, dalam hal ini saking jagonya saya berbahasa inggris, sepertinya saya perlu mengambil sebuah Semester Pendek (-_-''). Kemudian Character Building, disingkat CB... sebaiknya kita menilai mata kuliah ini dari kepanjangan2 yang dibuat para Mahasiswa teladan. CB ada yang menyebutnya Cabur Bareng, Cicak Boring, Cacat Bener (ini sy tdk bisa memberi komentar). Begitu penilaian mereka, tetapi lucunya disini saya justru berpikir berbeda, bagi saya mata kuliah ini menarik. Pembahasan Psikologi manusia sejak dulu memberikan ketertarikan tersendiri pada saya.

Lalu ada Menggambar, disini saya benar-benar sombong sehingga selalu duduk terdepan saat proses kuliah berlangsung. Ini benar2 mata kuliah yang membuat saya cukup pede untuk duduk tepat di depan meja Dosen. Tujuannya tentu agar saya bisa mendapat tips tips lebih dari para Dosen, dan kini saya mendapat tips rahasia pamungkas yang saya curi dari seorang dosen. Berhubung ini rahasia, jadi saya akan mengatakannya saja. (eh???)

Saat itu saya mengamati buku gambar seorang dosen, dan tertarik dari gaya penarikan garisnya yang menebal menipis dan terlihat begitu stabil. Lalu tanpa basa basi saya segera meminta; "pak, ini gimana.." Belum selesai saya bicara beliau sudah menghabur A3 saya. Tangannya memegan pensil seperti memegang palet yg biasa digunakan pada archilic ataupun cat minyak, sehingga pensil lebih horizontal,. Saat pertama kali saya melihat saya segera menilai caranya benar-benar sungguh tidak nyaman, tetapi setelah di coba:.... ah yah, memang tidak nyaman, butuh waktu hingga akhirnya saya merasa nyaman, dan benar saja, garis yang dihasilkan terjadi perubahan tebal tipis dan jauh lebih stabil, dan bahkan tanpa perlu menekan berlebihan garis terlihat lebih tegas. Kini setiap menggambar teknik itu yang saya gunakan. Yah, jika diingat-ingat lagi hanya di mata kuliah ini saya tidak tidur di bangku paling belakang seperti yang terjadi pada TW.

Next ada SSRB dan Komputer Gratis, eh maksud saya Komputer Grafis. Sorry blakangan ini entah mengapa saya terobsesi dengan hal-hal berbau Gratis. Mengenai Sejarah Seni Rupa Barat, tidak ada yang istimewa disini selain Dosennya yang lucu dan sepertinya cantik. Proses perkuliahan berlangsung gelap, mengapa gelap? Yah, karena rata2 tiapa pertemuan kita akan disuguhkan sebuah film dokumenter apakah itu ttg mesir, yunani, proses pembuatan Mozaik, dll, dan itu menggunakan proyektor sehingga dibutuhkan penerangan yang gelap. Ini benar-benar kesempatan yang tak akan disia-siakan seorang tukang tidur, atau yang tadi malam, menonton Bola. Sungguh saya tak pernah menyia-nyiakannya. Mengenai kinerja saya, saya bisa mengatakan baik. Tak ada yang cukup merepotkan disini.

The last dan dimana progress saya bisa dikatakn baik adalah di sini. Komputer Grafis, ini termasuk dalam prediksi imajinasi saya di masa SMA selain menggambar. Oleh karena itu saya cukup pede dalam hal ini karena sudah diprediksi sebelumnya, ibarat seorang sniper yang siap dengan tiga cadangan scope. Cukup mengejutkan pada awalnya karena saya sempat menilai Adobe Illustrator tidak baik dibanding corel paint yg sudah pernah saya coba-coba. Saat pengambilan tugas pertama saya cukup puas tetapi tidak begitu puas mendapat 90. kemudian di tugas berikutnya terjadi progres yang cukup baik, 98 saat mentracing sebuah sepatu. Kemudian nilai saya terus bermain di daerah 90 dan akhirnya saat tugas karikatur diri bisa mencapai 100. Cukup banyak yang dapat 100 saat itu.

Mengenai UAS dan UTS, saya bermasalah dalam dua ujian penting ini. Bukan karena saya menonjok seorang dosen, ataupun melakukan pelecehan seksual pada seorang mahasiswi. Tetapi lebih kepada "yang memang sudah harus terjadi" Saat UTS, saya terlambat mengikuti Character Building karena di ceramahi hujan di tengah jalan, (saya seorang Slow Biker). Kemudian saat UAS saya terserang virus cacar, sempat stres beberapa menit, kemudian kembali positif. Dua mata kuliah tidak saya ujiankan tetapi puji Tuhan ujian susualan saya diterima oleh binus. Saya sempat memaksakan tubuh saya saat ujian menggambar, tak peduli jika saya akan membawa virus pada teman saya. Egois memang, tapi itulah semangat saya (semangat yg merugikan).

Yah, dari segala yang terjadi sepanjang masa perkuliahan bisa dikatakan progress sy biasa-biasa saja, dan sedikit menyusahkan. Lagi pula jurusan ini ternyata tidak bisa dikatakan santai seperti pada perkiraan awal. Yah...Kenyataan memang kadang tak sesuai dengan apa yang dibayangkan atau mungkin lebih tepat dikatakan yang sy "harapkan" dulu. Tiap Jalan yang kita pilih tak mungkin akan mudah, jangan pernah mengharapkan sesuatu akan sesuai dengan harapan(otomatis kita mengharapkan kemudahan dan kelebihan dari apa yg ada), karena apa yang kita jalani ini adalah hidup, dan sejak dahulu kala tak ada hidup yang mudah. Dalam contoh kasus sedrhana, mungkin kau memliki seorang sahabat pena... okey okey (saya terkadang lupa kalo ini abad 20),,, sahabat di facebook kalo bgitu, kalian sudah akrab dan kemudian memutuskan untuk kopi darat, bertemu di suatu tempat. Anda mungkin di jalan sudah mulai menyusun skenario-skenario yg ada, tetapi saat bertemu ternyata berbeda jauh dengan prediksi sebelumnya. Nah, disinilah yang saya pandang sebagai 'aturan hidup'. Bagaimana kita mengkondisikan diri kita pada keadaan yang selalu tak sesuai harapan adalah aturan hidup yang saya maksud. Selanjutnya, hanya bagaimana cara kita terus bertahan, terus melihat awal mimpi kita, dan membuat keadaan yang ada menjadi sesuai harapan, itulah inti dari hidup.

Kesimpulannya tak ada yang lebih mudah atau lebih sulit dalam hidup, yah, andai saya memiliki dua tubuh mungkin saya bisa menyuruh salah satu tubuh saya mengambil jurusan Komunikasi, dengan mimpi menjadi wartawan. Tetapi ini tidak seperti itu kan? tubuh kita hanya satu dan selalu harus berada dalam satu garis. Perbandingan lebih mudah atau lebih sulit tak mungkin akan terjadi. Jadi yakinlah pada setiap pilihan, buatlah sebuah goal, tak apa membayangkan skenario yang ada... jika toh nanti kenyataannya sungguh bertolak belakang, disinilah tugas kita mewujudkan kenyataan mengerikan itu, menjadi kenyataan yang indah sesuai impian kita.

No response to “REVIEW 1ST SEMESTER: DESAIN KOMUNIKASI VISUAL”

Posting Komentar