Serangan Virus

Hei.. hey tenang saja ini bukan seminar kedokteran mengenai Flu Unta atau apalah itu. Duduk kembali di bangku mu.

Lucu... sy bercanda seolah saya sedang sehat2 saja. Padahal tampang di depan cermin sudah begitu menyedihkan. Mungkin anda akan sedikit heran jika seorang yang tengah terserang cacar... hey hey wait... what just u said? Cacar... itu hal menjijikan tolong bahas topik lain. Oke lah.. jika anda tak mau bermain dengan cacar air, saya akan menceritakan pengalaman UAS saya.

Apakah anda tengah mengikuti UAS? Apakah anda terserang cacar air? Jika dua pertanyaan itu yang di tanyakan saya akan menganggukan kepala untuk kedua pertanyaan itu. Wah berat... seorang yang tengah cacar air tengah dilema, antara UAS dan mandi pagi.

Beberapa hari yang lalu saya terserang sakit leher yg mengerikan, Sahabat dekat saya segera mendiagnosis, "wah itu flu! Ngga ada penyakit lain apa? prasaan tiap sakit lu selalu aja flu."
Dan keinginan baik orang terdekat saya itu terkabulkan begitu kumpulan bintik2 merah menyerbu saya di pagi hari. Oke paket flu diiringi paket virus cacar yang entah dari mana. Ini paket-paket yang lucu.

Dalam sekejap saya merasakan kondisi tubuh saya segera ambruk. Layaknya ketika haymaker Sulvian telak di hantamkan ke kuping, disusul jab beruntun di seluruh tubuh. Anda tak perlu tahu siapa Sulvian, saya pastikan ia 5 kali sehari mendaratkan bogemnya di karung pasir. Dan itu pasti sakitnya minta ampun.

Kemudian, saya telah duduk di depan meja penuh buku seorang dokter di R.S. Permata Medika. Si dokter yg cantik itu dengan berseri-seri mengatakn, "Wah benar cacar!" Oke baiklah, anda senang ternyata saya sakit sehingga perjuangan keras anda di FK UI boleh berguna, yeah dan harus membeli obat seharga Rp 500.000, tetapi tolong jangan memamerkan kawat gigi baru anda.

Setelah itu kondisi saya semakin buruk, saking di tambah tekanan mental besok UAS Nirmana Datar. (Jika anda bingung tentang Nirmana datar saya tidak bisa menjelaskan apa apa... bagi saya ini mata kuliah DKV yang tak jelas dengan materi2 yang tak jelas, dan kadang pemberian nilai yang tak jelas. Hei tatapan apa itu!!? Saya bukan mahasiswa bodo seperti yang anda bayangkan, mata kuliah ini hanya benar2 tak jelas.) Lagi-lagi ujian berat yang melebihi UAS ataupun sensasi UN dulu kembali saya rasakan. Kenapa harus kena di saat2 seperti ini.... padahal beberapa hari lagi kami akan libur, mengapa tidak saat itu?? Saat itu saya benar-benar kacau, saya mulai mempertimbangkan agar kondisi ini berhak mendapatkan nominasi BEST DIRECTOR SAAT2 SAYA KACAU di ajang Galang Award.

Tubuh saya masih menderita hingga malam ini walupun 3 biji obat telah saya konsumsi. Bagi yang belum pernah terserang cacar, siapkan diri anda untuk mencicipi 3 obat ini, : Incidal OD 2 kali sehari, Acyclovir 4 kali sehari, (tiap 6 jam), Baquinor Forte 2 kali sehari. Dan bonus bedak kecantikan Salicyl, tolong jangan beritahu saya anda sempat berpikir itu benar2 bedak kecantikan, karena saya akan benar2 menertawai anda sambil menunjuk2. (gaya tertawa yang benar2 mengganggu)

Melanjutkan kalimat yang terpotong tadi di paragraf satu, mungkin anda heran seorang yang tengah cacar air, bisa menulis penderitaannya dengan hati gembira. Saya sama sekali tak gembira bung, beberapa saat yang lalu saya masi terbaring menderita di atas tempat tidur berguling2 menahan rasa sakit di leher dan seluruh badan, (pengaruh flu) di tambah lagi tekanan mental antar UAS dan virus menyebalkan ini (sungguh gatal, tapi tak boleh di garuk, ibarat saat menonton Opera Van Java tetapi tak di perbolehkan tertawa, siapapun yang tertawa akan mengalami penurunan Intelektual) Saya kemudian mencari alternativ lain untuk melupakan rasa sakit ini, saya mengambil hape dan membuka facebook, tulisan "what's on your mind?" menyapa, pikiran saya saat itu adalah, "God help me!" Segera ingin saya tulis di tabel kosong itu, namun pikiran lain segera menghampiri. Apa yang saya lakukan? Apa Tuhan sekurang kerjaan itu untuk mendaftar di Facebook, dan kemudian tanpa sengaja ia akan melihat status saya dan memberikan komen. Ini lucu, saya segera menghapus tulisan itu, dan jika benar2 ingin menharapkan pertolongan Tuhan saya harus serius berdoa pada-Nya. Yah, Tuhan satu2nya dokter yang saya yakini bisa menyembuhkan saya secara ajaib. Apapun yang di katakan ibu dokter mengenai 7 - 14 hari proses penyembuhan, Tuhan akan mampu menggerakan saya besok.

Saya kembali melanjutkan aksi kesakitan saya setelah kesal pada facebook tanpa alasan. Dari facebook pikiran saya beranjak ke laptop, tring!! Lampu bohlam menyala di atas kepala. Mungkin saya bisa munulis sesuatu disana, lagi pula lebih mudah memainkan jari2 lemah saya di atas keyboard dari pada menggambar sebuah ilustrasi yg mnjadi salah satu alternativ melupkn sakit. Menulis akhirnya cukup melupakan rasa sakit tadi, dan tanpa terasa tulisan sya sudah mencapai kalimat "dan tanpa terasa tulisan saya sudah mencapai kalimat". Yah, selanjutnya saya berkonsultasi pada dokter di atas agar saya bisa segera disembuhkan. Oh ya, bagi anda yang sudah terkena virus cacar jangan tersenyum sombong dulu, karena Herfes siap2 membalasa senyuman sombong itu. hahahaha. (herfes, setelah tubuh kita memperoleh anti bodi dari cacar, penyakit super mengerikan ini akan datang sesudahnya, walaupun presentase kajadiannya cukup jarang.) - galang





Hm... ada yg protes disana! apa? tetap aja kembali ke cacar? apa boleh buat UAS saya kali ini beriringan dengan hal itu. Apa lagi? yah, kau ibu dengan pakaian bertuliskan "Cacar is dead", hm lebih banyak dibahas cacarnya dari pada UAS? hei.. apalah arti sebuah UAS di bandingkan virus keren yang populer di Home Alone 3 ini. Ayolah, cobalah logis.
Oh, dan kau nona... hm kamu protes karena cacar bisa menghilangkan kecantikan mu? Ow man..., baiklah mungkin saat ini sya seolah melihat monster saat berkaca, tetapi lihatlah! bahkan megan fox terserang cacar..., ah sudahlah bubar-bubar!

No response to “Serangan Virus”

Posting Komentar