SKY TREE


This is the Sky tree..

I created this image... hm maybe a few months ago, had a long time

The Idea I got live form my dream, I can't realize, I dont know why I got a dream like this, but its very peacefully..

Can u imagine, u are a little child who lost in thousand of clouds and then find a tree with shiny leave grow up in the middle of beautyfull rainbow and cool could. Its very.. what can I say... very "childhood" maybe.. and the best thing in my life is this, what we talking now... Childhood.., The next chapter after I found that magical tree is wake up... Go to school with thousand homework... See the sky, my dream just look like a 'dream of the Green things" I mean, maybe the tree hoping to grow high above the clouds, so that human no longer able to touch them with their axe.

MY ROOM BEFORE


My room.... berantakan ya...

Hm, apa boleh buat saya berkelamin pria, sayang sekali tidak berkelamin ganda... but, its better than do not have anything.. LoL (as a clue: Jon Hoax tidak memiliki kelamin saat lahir)

Ya, ini kamar saya dulu di makassar sebelum ke JKT, sebenarnya ini jika di pandang dari sisi lain tampak artistik dari segi desain interiornya. Bisa di lihat disana ada rak buku yang saling hadap hadapan dengan tmpat sampah abu-abu (hubungannya apa?) Dan juga penempatan meja blajar yang tak jauh dari toilet (tepat di sampingnya toilet) Ini sangat membantu jika sudah terlanjur serius beljar dan tiba-tiba rasa kencing kita cukup dari kursi menembakan Amoniak kita ke urinoir di dalam (imposible bro..).

Saya juga suka tidur di atas benda2 berwarna, mungkin untuk mengenang masa kecil yang kurang tersalurkan dengan baik. Waktu kecil saya masih ingat sekali, sebagian besar waktu saya di sibukan Idola Cilik O,5.

Di samping posisi saya memotret ada sebuah TV plasma dari samsung berukuran CUP B..., hm apa? ada yang aneh?
Kumudian di samping TV itu ada sebuah lemari baju kuno, saya sering kali tersasar ke dunia2 aneh dan bertemu Satyr di sana, belakangan saya tahu ternyata itu Narnia LoL...,

Yah, Di kamar ini setidaknya telah banyak kejadian terjadi dan entah sudah berapa wanita menangis-nangis disini minta pertanggung jawaban... oke itu bohong. Walupun begitu kamar ini salah satu yg berkesan dalam hidup saya. Oh ya di atas lemari Narnia itu ada dua piala emas yang berdiri tegak masing2 untuk juara 1 dan juara 2 sebuah lomba desain. Kali ini saja saya boleh sombong, oke? hahahaha
Photobucket

my new look,

hmmm...

its good I think..

Simple, yah anggaplah ini sebagai suatu refreshing....

Apa yang di tulis moga bisa fresh... kaga kayak tulisan menyedihkan di bawah.. (- -"

Ah... lumayanlah.., guna juga buku "keajaiban Blogger" yang gw pinjem ama Raditya DIka, (bohong bohong) apa? siapa itu bilang bohong?!!! show your breast to me!

Serangan Virus

Hei.. hey tenang saja ini bukan seminar kedokteran mengenai Flu Unta atau apalah itu. Duduk kembali di bangku mu.

Lucu... sy bercanda seolah saya sedang sehat2 saja. Padahal tampang di depan cermin sudah begitu menyedihkan. Mungkin anda akan sedikit heran jika seorang yang tengah terserang cacar... hey hey wait... what just u said? Cacar... itu hal menjijikan tolong bahas topik lain. Oke lah.. jika anda tak mau bermain dengan cacar air, saya akan menceritakan pengalaman UAS saya.

Apakah anda tengah mengikuti UAS? Apakah anda terserang cacar air? Jika dua pertanyaan itu yang di tanyakan saya akan menganggukan kepala untuk kedua pertanyaan itu. Wah berat... seorang yang tengah cacar air tengah dilema, antara UAS dan mandi pagi.

Beberapa hari yang lalu saya terserang sakit leher yg mengerikan, Sahabat dekat saya segera mendiagnosis, "wah itu flu! Ngga ada penyakit lain apa? prasaan tiap sakit lu selalu aja flu."
Dan keinginan baik orang terdekat saya itu terkabulkan begitu kumpulan bintik2 merah menyerbu saya di pagi hari. Oke paket flu diiringi paket virus cacar yang entah dari mana. Ini paket-paket yang lucu.

Dalam sekejap saya merasakan kondisi tubuh saya segera ambruk. Layaknya ketika haymaker Sulvian telak di hantamkan ke kuping, disusul jab beruntun di seluruh tubuh. Anda tak perlu tahu siapa Sulvian, saya pastikan ia 5 kali sehari mendaratkan bogemnya di karung pasir. Dan itu pasti sakitnya minta ampun.

Kemudian, saya telah duduk di depan meja penuh buku seorang dokter di R.S. Permata Medika. Si dokter yg cantik itu dengan berseri-seri mengatakn, "Wah benar cacar!" Oke baiklah, anda senang ternyata saya sakit sehingga perjuangan keras anda di FK UI boleh berguna, yeah dan harus membeli obat seharga Rp 500.000, tetapi tolong jangan memamerkan kawat gigi baru anda.

Setelah itu kondisi saya semakin buruk, saking di tambah tekanan mental besok UAS Nirmana Datar. (Jika anda bingung tentang Nirmana datar saya tidak bisa menjelaskan apa apa... bagi saya ini mata kuliah DKV yang tak jelas dengan materi2 yang tak jelas, dan kadang pemberian nilai yang tak jelas. Hei tatapan apa itu!!? Saya bukan mahasiswa bodo seperti yang anda bayangkan, mata kuliah ini hanya benar2 tak jelas.) Lagi-lagi ujian berat yang melebihi UAS ataupun sensasi UN dulu kembali saya rasakan. Kenapa harus kena di saat2 seperti ini.... padahal beberapa hari lagi kami akan libur, mengapa tidak saat itu?? Saat itu saya benar-benar kacau, saya mulai mempertimbangkan agar kondisi ini berhak mendapatkan nominasi BEST DIRECTOR SAAT2 SAYA KACAU di ajang Galang Award.

Tubuh saya masih menderita hingga malam ini walupun 3 biji obat telah saya konsumsi. Bagi yang belum pernah terserang cacar, siapkan diri anda untuk mencicipi 3 obat ini, : Incidal OD 2 kali sehari, Acyclovir 4 kali sehari, (tiap 6 jam), Baquinor Forte 2 kali sehari. Dan bonus bedak kecantikan Salicyl, tolong jangan beritahu saya anda sempat berpikir itu benar2 bedak kecantikan, karena saya akan benar2 menertawai anda sambil menunjuk2. (gaya tertawa yang benar2 mengganggu)

Melanjutkan kalimat yang terpotong tadi di paragraf satu, mungkin anda heran seorang yang tengah cacar air, bisa menulis penderitaannya dengan hati gembira. Saya sama sekali tak gembira bung, beberapa saat yang lalu saya masi terbaring menderita di atas tempat tidur berguling2 menahan rasa sakit di leher dan seluruh badan, (pengaruh flu) di tambah lagi tekanan mental antar UAS dan virus menyebalkan ini (sungguh gatal, tapi tak boleh di garuk, ibarat saat menonton Opera Van Java tetapi tak di perbolehkan tertawa, siapapun yang tertawa akan mengalami penurunan Intelektual) Saya kemudian mencari alternativ lain untuk melupakan rasa sakit ini, saya mengambil hape dan membuka facebook, tulisan "what's on your mind?" menyapa, pikiran saya saat itu adalah, "God help me!" Segera ingin saya tulis di tabel kosong itu, namun pikiran lain segera menghampiri. Apa yang saya lakukan? Apa Tuhan sekurang kerjaan itu untuk mendaftar di Facebook, dan kemudian tanpa sengaja ia akan melihat status saya dan memberikan komen. Ini lucu, saya segera menghapus tulisan itu, dan jika benar2 ingin menharapkan pertolongan Tuhan saya harus serius berdoa pada-Nya. Yah, Tuhan satu2nya dokter yang saya yakini bisa menyembuhkan saya secara ajaib. Apapun yang di katakan ibu dokter mengenai 7 - 14 hari proses penyembuhan, Tuhan akan mampu menggerakan saya besok.

Saya kembali melanjutkan aksi kesakitan saya setelah kesal pada facebook tanpa alasan. Dari facebook pikiran saya beranjak ke laptop, tring!! Lampu bohlam menyala di atas kepala. Mungkin saya bisa munulis sesuatu disana, lagi pula lebih mudah memainkan jari2 lemah saya di atas keyboard dari pada menggambar sebuah ilustrasi yg mnjadi salah satu alternativ melupkn sakit. Menulis akhirnya cukup melupakan rasa sakit tadi, dan tanpa terasa tulisan sya sudah mencapai kalimat "dan tanpa terasa tulisan saya sudah mencapai kalimat". Yah, selanjutnya saya berkonsultasi pada dokter di atas agar saya bisa segera disembuhkan. Oh ya, bagi anda yang sudah terkena virus cacar jangan tersenyum sombong dulu, karena Herfes siap2 membalasa senyuman sombong itu. hahahaha. (herfes, setelah tubuh kita memperoleh anti bodi dari cacar, penyakit super mengerikan ini akan datang sesudahnya, walaupun presentase kajadiannya cukup jarang.) - galang





Hm... ada yg protes disana! apa? tetap aja kembali ke cacar? apa boleh buat UAS saya kali ini beriringan dengan hal itu. Apa lagi? yah, kau ibu dengan pakaian bertuliskan "Cacar is dead", hm lebih banyak dibahas cacarnya dari pada UAS? hei.. apalah arti sebuah UAS di bandingkan virus keren yang populer di Home Alone 3 ini. Ayolah, cobalah logis.
Oh, dan kau nona... hm kamu protes karena cacar bisa menghilangkan kecantikan mu? Ow man..., baiklah mungkin saat ini sya seolah melihat monster saat berkaca, tetapi lihatlah! bahkan megan fox terserang cacar..., ah sudahlah bubar-bubar!

Cinta Saat Ini

Sudah sewajarnya banyak orang yang tertarik dengan satu kata ini "Cinta". Dan sungguh wajar juga jika yang terpikirkan pertama kali adalah 'dia'. Dia yang cantik/tampan, dia yang bermata indah, dia yang langsing, dia yang lembut, baik, perhatian ataupun untuk mereka yang gemar menonton film remaja Amerika akan mengatakan "Oh Shit! She is so Hot!" ya ya ya bla bla bla

Tak lepas untuk orang yang saleh dan taat beribadah tentunya akan mengacu pada Tuhan. Mengesampingkan hal itu, dalam hal ini saya hanya akan mengkhususkan pada hubungan antar manusia, dan cinta antar dua insan, Ow okey..go on... Pastinya untuk remaja seperti saya (emang gue remaja?) akan mengartikan cinta pada ukuran ini, "pacaran". Yah, kata ini kramat untuk para jomblo yang menghabiskan waktunya di toilet ataupun depan facebook seharian, penuh harap seorang yang cantik akan menulis di wallnya , "Hi, thx udah add, salam kenal juga" Dan kemudian melompat2 gembira, bergegas ke bagian info dan segera menyusut bgitu melihat : in relationship with Galang Melompat Ke tembok, tak lama kemudian ia ke ALfamart dan bunuh diri dari sana. Hm.. Baiklah baiklah, saya setuju dengan anda, ia bukan jomlo hanya freak guy.

Seperti biasa saya punya cerita nyata yang selalu mendorong saya untuk menuliskan suatu hal, tetapi cerita kali ini cukup tragis layaknya kisah tragis Michael Bay yang terlihat lucu bersama Transformernya saat James Cameron dengan costum Na'vi-nya (avatar) membuat segala aspek luar biasa di Transformer terlihat hanya sekedar mainan anak2 yang berjejer rapi di Carefour.. Yah ceritanya sudah cukup lama, dan tak penting lagi bagi saya... hanya saja, saat ini teringat kembali. Oke saya akan menceritakannya tetapi siapkan terlebih dahulu tissue karna saya yakin bagi kaum hawa yang sensitif akan menangis terseduh-seduh..., hey oke oke!!! saya hanya ingin basa basi.. ceritanya gini, di zaman dahulu kala, saya pernah menyukai seseorang, tak perlu membahasnya secara rinci, yang jelas ia bukan seorang pria. Cantik bagi saya, dan nilai plusnya ia serius dan suka mendengar cerita2 yang saya tulis. Saya menyukainya sejak lama, namun bagaikan Celana SD yang robek saat hendak berlutut untuk memungut kelereng, saya kemudian tahu ia akhirnya pacaran, dan ia sangat menyukai pacarnya itu. Ow ow ow... ini sempat membuat saya bingung, pertanyaan saya saat itu... mengapa ia begitu baik pada saya? Mengapa begini? mengapa begitu? khas dilema anak muda yang puber... Pertanyaan itu saya jawab sendiri dengan menyalahkan diri sendiri yang terlalu ke ge-eran.., hingga beberapa bulan kemudian, Gue (kok tiba2 pake "gue"!?) tau dia saat itu ternyata benar suka ama gue, hanya saja gue yang terlalu lama berdiam diri dan terlalu menikmati kebaikan hatinya tanpa menyadari dia ingin suatu hal yang lebih dari sekedar berteman. Disinilah titik yang menjadi awal pemikiran saya. "Suatu hal lebih dari sekedar berteman"

Hm... apakah anda sudah menggunakan tissue? hei hey, gunakanlah! saya sudah berbaik hati menceritakan cerita cinta yang bodoh itu, yah jika anda tidak menangis setidaknya anda tidak tertawa.

Apa sebenarnya pemahaman pacaran ini? Saya tidak sebegitu kurang kerjaan untuk ke perpustakaan dan berburu buku2 tentang cinta, cukup sekedar melihat dan mengamati hal-hal yang terjadi di sekeliling sudah cukup memberikan jawaban. Pacaran adalah suatu PROSES yang terjadi antar dua insan untuk saling mengenal lebih dalam dari hati ke hati, dalam proses ini dua insan itu akan saling mencintai dan menjalani persoalan cinta bersama, Satu hal yang saya tekankan Point utama dalam pacaran bukan saat anda saling suap menyuap yoghurt di JCO, tetapi saat anda saling melontarkan pendapat di saat hubungan kalian tengah di ujung tanduk, saat telur itu bergulir dari ujung tanduk ke tempat yang aman, itulah saat dimana proses pacaran ini naik ke level yang lebih tinggi. Yeah...Semoga penyampaian saya bisa dipahami. Dalam kalimat sederhananya hubungan anda akan jauh lebih baik saat suatu persoalan berhasil kalian lewati ketimbang anda terus mengumbar kemesraan.

Yah itulah pacaran menurut saya, cukup ruwet dan aneh ya? haha tenang saja anda tak harus menganggapnya serius. Lagi pula saya bukan ketik REG (spasi) CINTA yang lebih ahli dalam masalah ini. Dan juga saya tidak berhadiah...

Definisinya kini jelas, dan mengapa saat itu dia menginginkan "hal lebih" itu juga mulai bisa dimengerti. Setiap remaja saat ini pasti memiliki seseorang yang diperhatikannya atau memperhatikannya, beruntunglah jika anda memiliki seseorang itu dan dapat memperhatikannya tiap hari dan dia membalas perhatian itu, saya bisa meyakinkan 95% anda akan segera pacaran, ataupun mungkin saja sudah ya... Kalau begitu kesimpulannya adalah seberapa besar modal anda untuk mentraktir teman sekelas. Oke itu bukan kesimpulan..., hanya rintihan hati seseorang yang ingin sekali di traktir.

Begini, Saat kita menyukai seseorang itu adalah saat yang penting, mengapa? Ini bisa menjadi doping bagi anda... dan bisa saya katakan; salah satu alasan anda berada di bumi ini. Seseorang yang anda sukai itu adalah tujuan hidup anda saat ini, jangan mengatakan ini berlebihan.... Para cowok berkacamata dan gemuk berkata seperti ini, "Hey, itu bukan tujuan hidup, sungguh sederhananya kehidupan anda! Tujuan hidup saya menjadi Pansus dalam sebuah Kasus negara, itu baru tujuan hidup!" Kita lupakan pria gemuk berkacamata yang ingin memaki-maki seorang saksi dalam pemeriksaan... Tujuan hidup bagi saya tak selalu seperti itu, mengapa bisa saya mengatakan seorang yang kita sukai adalah tujuan hidup kita saat ini? Jelas saja, seberapa besar anda memikirkan dia dalam sehari di banding menjadi seorang Panitia Khusus dalam kasus2 bank di masa depan. Pikiran anda selalu akan tertuju pada dia, dan seperti halnya mengapa anda selalu berpakaian rapi.. tentu bukan untuk diri anda, tetapi untuk orang lain agar ia menilai penampilan anda baik, anda selalu melakukan gelagat2 agar menyenangkan hati nya.

Segala hal itu pacaran dan hal menyukai seseorang adalah bagian terindah dalam hidup anda, saya sudah lama tak merasakan hal berbunga-bunga seperti itu, walupun sebenarnya saya tak peduli saking asyiknya menghancurkan kepala para Zombie di Resident Evil 5 ataupun Left 4 dead 2. Anda yang sedang mengalami masa ini seharusnya merasa beruntung dan tak menyia-nyiakannya hanya untuk sekedar have fun, hidup ini hanya sekali jangan terlalu tenggelam dalam keegoisan diri, misalnya sudah merasa puas dengan bermain game,(menasehati diri sendiri^^) Masa pacaran adalah salah satu momen dalam hidup yang cuma sekali itu, buat lah indah karena itu sesungguhnya menyenangkan di bandingkan menghabiskan ratusan sketsa gambar-gambar pemandangan. (lagi-lagi menyinggung diri sendiri) Have fun with your day^^

SIAPA YANG ALAY

Salam dulu deh, sudah cukup lama saya meninggalkan keyboard sy untuk menulis sesuatu. Yap, slamat siang buat yang sempat baca blog ini. ^^ oke...... sapaan saya tak perlu di balas, lagi pula anda tak cukup gila untuk menyapa sebuah layar komputer.

Saya punya suatu cerita yang menarik dan harapan saya banyak agar siapapun yang membaca note ini bisa merubah cara pandang dan pikirannya yang kadang sering ter-setir oleh pandangan banyak orang lainnya. Anda yang sering ngaskus, ataupun bisa di sebut orang up to date, pasti kenal istilah "Alay".... ini bukan tipe virus baru ataupun suatu jenis makanan tertentu, tetapi suatu istilah trend yang di pakai orang yang merasa bukan Alay, untuk mengelompokan orang2 tertentu, baik itu dari segi fashion, hair style, ketikan sms, apapun itu yang bagi saya sama sekali tidak bisa di pahami.

Saya pada awalnya juga berpikiran sama seperti kebanyakan orang yang mengaku dirinya normal. Yup benar, tidak menyukai komplotan ini, tapi hingga suatu pengalaman terjadi membuat saya bisa membuka pikiran saya.

Wktu itu sy jalan2 bersama tmn2 sy di sebuah mall. Saya seperti biasa berjalan paling blakang, bukan karena saya cukup gemuk untuk membuat saya ketinggalan beberapa langakah, tetapi memang seperti itu, saya lbh suka jalan santai, agar disesuaikan dengan tampang saya yang selalu malas. Tiba-tiba teman sya yang di depan bergerak lincah agak sedikit akrobatik, mulutnya melompat ke kuping teman sya yang satu lagi. "Apa yang dia lakukan? padahal KFC udah di depan mata, tp saking laparnya apakah ia akan mengorbankan kuping temannya?" Oh, ternyata tidak, dia tak seperti Mike tyson yg hobi makan kuping. Ia berbisik ke pada temannya, sambil pandangan mereka mengarah ke seorang mas dengan celana skini berwarna cerah, luaran tak kalah cerah, rambut menutupi mata, sementara rambut bagian atas berdiri tegak menyala-nyala oleh gatsbi wax. Saya mendekati mereka, penasaran apa yang mereka bisikan...

"Noh tuh.. alay.. alay.." kata si pembisik.

"ckckckckc... parah ya.." Jawab si terbisik.

Wajah mereka tersenyum-senyum melihat remaja itu. Jelas saja, saya heran. Apa yang menjadi masalah mereka?

Ada sebuah pertanyaan menarik, "Mengapa kita tidak menyukai bahkan mungkin memojokan orang yang BAHKAN TIDAK KITA KENAL karena gaya dan style mereka?"

Saya dulu pernah menanyakan pada tmn saya, "Apa sih Alay, kalimat gaul dari mana lagi?" Maka saya di jelasin, Alay = Anak Lebay..., oke baiklah... Memang terkadang yang berlebihan itu tidak baik. Air yang berlibihan tidak baik, api yang berlebihan tidak baik, tapi apakah harus alay di anggap tidak baik juga? Sehingga foto2 mereka di kumpul terus dimasukin internet, dan segara melabeli foto itu HEY INILAH ALAY, AYO TERTAWAI MEREKA! Hey hey, nonsense...

Baiklah, apa kita pernah di pukuli oleh seorang berpenampilan alay? apakah mata kita tiba2 terserang virus ganas hingga merosot mines 100 saat melihat mereka? Atau mungkin kita tiba2 beneren muntah saat melihat tulisan besar kecil berbaur nomor yg di artikan huruf? Jika itu yang terjadi, pantaslah mereka sungguh di pojokan. Tapi, kenyataannya? kita bahkan tidak mengenal mereka, sifat mereka, namun kita segera saja menilai mereka kampungan atau apalah, hey jangan menilai buku dari covernya...., ini pesan lama bung, jangan sampai pesan lama ini harus di berikan kepada anda yang modern ini...,

Saya punya sahabat berpenampilan seperti itu, dy orang yang benar2 baik dan sangat ramah, tapi saya sangat sedih saat tahu kebanyakan orang pasti mencibirnya saat berjalan2 di daerah para org normal. Dia orang baik, kenapa harus di pojokan seperti itu hanya karena sehelai baju yang menurut dia baik, dan celana yang sanggup ia beli setelah bekerja keras? Oke baikalh,.. Celana itu memang jadul dan tak sebaik celana mahal milik ZARA, tapi menurut saya itu justru jauh lebih berharga dari celana ratusan ribu yang dibelikan oleh orang tua kita.

Tiap manusia itu berbeda, pengelompokan yang sering terjadi saat ini bagi saya sungguh menyedihkan. Kita sudah di kelompokan dalam Suku, Ras, Agama, Partai dan lain-lain yang sungguh tidak penting, apakah perlu ditambah lagi dengan pengelompokan Alay? Tentu saja perlu! Jawab salah seorang maniak pembenci Alay.

Okelah, Alay hanyalah salah satu contoh yang kebetulan saya angkat. Tetapi, pengelompokan seperti ini banyak terjadi, kaum itu di pojokan seenak hati kita tanpa tau untuk apa kita memojokan mereka. Yang saya tangkap ini hanyalah upaya kesenangan dan hiburan yang tanpa anda ketahui mungkin dampaknya tak sekecil yang kita bayangkan, karena sungguh jelas tak ada keuntungan yang bisa di raup oleh suatu pihak dari fenomena ini. Baiklah anda tak perlu melanjutkan membaca note ini jika anda berpikir, : "siapa yang peduli jika mereka sakit hati? Mereka alay, saya tidak peduli." Jika ini sudah benar2 terjadi, saya tak ragu-ragu lagi untuk bersalaman dengan anda menggunkan penyengat listrik voltase tinggi.

Ada petikan dari seseorang yang saya baca, "Hey, saya tidak ikut-ikutan menertawai, tapi hanya kasihan pada mereka," Kalimat ini benar-benar salah jika ia ingin menunjukan ia tidak ikut2an membenci alay. Saya rasa dia tak memiliki alasan yang jelas apa yang layak di kasihani dari apa yg dia sebut alay. Bagi saya dialah yang pantas dikasihani..

Yah kesimpulannya, saya hanya ingin berbagi pikiran; bahwa manusia itu jauh jauh dan jauuh lebih kompleks dari yang kita bayangkan. Misalnya kalung yang anda kenakan saat ini pasti memiliki cerita tersendiri dalam hidup anda, atau mungkin cincin, topi yang anda kenakan. Itu tak secara sengaja hadir dalam diri anda. Begitu juga dengan apa yang anda sebut alay, pakaian mereka memiliki cerita tersendiri, mengapa mereka menggunakan SMS seperti itu, mungkin itu yang membuat mereka lebih nyaman. Dan itu tak ada salahnya kan?, janganlah bergabung dengan group pembenci Alay yang belakangan ada di Facebook. Saya tidak akan menebak-nebak; bahwa anda bergabung dengan group ITU AGAR TIDAK DI KATAI ALAY,(mungkin anda akan memberikan feedback seperti ini: "Apakah kamu sendiri mau di bilang Alay?" saya akan menjawab: "Saya tidak masalah apa yang dinilai orang dari saya, silahkan jika kriteria sy mencukupi, labeli saya dengan nama tersebut) apa keuntungan yang kita dapat dari group pembenci alay? Oh, ya mungkin kita bisa sharing tentang temuan2 alay jenis baru.. Hmm... benar-benar sharing yang sungguh berguna dan membangun bangsa. Jika keadaan seperti ini yang terjadi..., saya jadi bertanya-tanya sendiri, disini SIAPA YANG LEBAY? Well, so yang terpenting adalah saling menghargai satu sama lain, ini bukan suatu yang bisa di tawar bung! -galang

NARUTO: LAROPE INVATION