My Mysterious Footstep part 1


Gambar ini saya ambil beberapa bulan yang lalu di stasiun Juanda, saat saya hendak berkelana ke Bogor. Suasana saat itu sangat sunyi, bahkan suara jangkrik tidak terdengar, hm... tidak-tidak sepertinya disana memang tidak ada jangkrik. Tetapi coba perhatikan dan rasakan gambar ini, seolah-olah ada kekuatan mistis yang berbisik, "Kereta ke arah bogor kelas ekonomi AC sebentar lagi akan tiba." Hmm?

IRON MAN WITH DOLL


Waktu itu saya baru pulang setelah seharian mengajarkan tentara sekutu di Afganistan bagaimana cara menumpukan tank-tank amfibhi dalam susunan yang rapi. Saya singgah di sebuah mall terdekat untuk membeli sebuah boneka pink sebagai oleh-oleh buat Peter Parker, yang baru saja bergabung bersama saya di CIvil War. Tetapi saking buru-burunya saya lupa melepas helm. Pantas saja para ABG di tempat itu melihat curiga pada saya.

Tanyai wanita: Kotoran Anjing atau Cinta

Ingatan pendek itulah alasan mereka bercerita, saya mendenger dengan responsif saat mereka bercerita tetapi saya tidak pernah membahasnya lagi. Kata sahabat saya, sebut saja Ryani Anastasia Punda. "Menceritakan rahasia padamu, seperti berbicara dengan sesuatu antara pastor dan pohon beringin tua. Sebagai pastor terkadang kau memberikan solusi, dan sebagai pohon beringin tua kau sangat mengesalkan." Tambah Ryani yang terakhir meng-update status facebook-nya Desember tahun lalu.

Banyak cerita mereka yang berurai air mata tentang cinta (sedikit dramatisir penulis). Ada satu hal yang saya tangkap dan itu menarik. Adalah tentang bagaimana perjalanan seorang wanita.

Kita tahu wanita adalah mahluk sensitive mengenai masalah percintaan, hubungan atau apalah itu. Entah apalagi yang menarik hati mereka selain masalah ini. Saya mencoba menebak-nebak apa yang lebih menarik bagi mereka antara cinta dengan kunjungan presiden AS ke Indonesia, atau Apa yang lebih menarik antara Cinta dengan Kekalahan telak pasukan burung pipit berseragam Garuda di Bukit Jalil kemarin. Apa yang lebih menarik antara i7 980 dengan cinta. Antara Cinta dengan koneksi internet yang lelet, cinta atau Keyboard yang huruf "N" nya tidak berfungsi, Cinta atau kotoran anjing di jalan yang berbentuk aneh. Seorang wanita yang sempat saya wawancarai di sebuah tempat parkir di jakarta Selatan berkata, "Cinta tentu saja, hanya orang aneh yang menganggap kotoran anjing lebih menarik dari cinta."

Wanita dengan segudang cerita cintanya. Beragam tetapi mempunyai sesuatu yang tipikal, setiap dari cerita mereka memiliki seorang 'Pria Brengsek' yang kemudian membawa mereka pada seorang pria, that guy, sedikit melankolis sebut saja TRUE LOVE mereka.

Kira-kira seperti itu, siapa pacar anda saat ini? Apa dia brengsek? tenang saja lady. Setelah dia akan ada pria lain yang akan datang padamu. Jadi Relax saja dan siapkan hatimu untuk suatu hari dicampakan. Kemudian saat kau tengah menangis-nangis di kamar seminggu setelah pencampakan itu, seorang pria misterius akan menelpon dan menanyakan kabarmu, setelah kau berkata kau baik-baik saja. Dengan berat hati dia berkata bahwa dia adalah pamanmu dari desa, dan mengabarkan anjing peliharaanmu, Tony Jack mati terinjak Tronton saat melintasi jalan. Kau kemudian Histeris, dan melompat dari atap Circle K. Oh kidding lady, tentu saja bukan seperti itu. Seperti cerita-cerita drama, akan ada seorang pria yang datang padamu setelah badai.

Pria itu seperti ikan di laut, ada ribuan dan siap datang kepada mu kapan saja setiap kau melepas kail mu ke lautan. Saat hubunganmu berakhir itu bukan salah siapapun tetapi hal baik bagimu, karena mungkin ikan yang datang berikutnya adalah ikan terakhirmu. Seperti kata pepatah, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

Selalu ingat tentang hal tipikal ini, sebelum menemukan "that guy", wanita selalu berkelana terlebih dahulu bertemu dengan pria-pria brengsek yang mengajarinya untuk bertahan, menegarkan hatinya, sekaligus terkadang membuka matanya, untuk menyadari pria seperti apa yang sebenarnya dia butuhkan. Memang selalu seperti itu, jadi jangan buru-buru menghabiskan waktumu di kamar, membeli berbagai DVD drama komedy menontonnya hingga mata berair, menangis menghabiskan tissue, menyesal kenapa selalu bertemu dengan cowok-cowok brengsek. Santai Lady, someday in the right time, in the right place, you will meet your true love.

hmm.. sepertinya paragraf diatas cocok dijadikan penutup, tapi seperti kebiasaan penulis handal, hindari sebuah Happy Ending, jadi saya akan berusaha handal.

Yah walaupun begitu kita hidup di dunia nyata. Dan di dunia nyata kita mengenal berbagai kemungkinan, seorang menerima perannya di dunia ini, ada orang-orang yang berakhir dengan kisah cinta yang bahagia dan ada yang menyedihkan. Jadi, jika toh takdir selalu membawamu pada pria-pria brengsek, mungkin itu memang peran yang harus kau ambil. Dan akan tetap berakir seperti itu hingga akhir hayatmu. Hmm, kejam, jangan terlalu di pikirkan.

Lewat MSN Ryani menambahkan dengan pahit, (jika ada orang yang lebih pahit dari saya, dialah orangnya) : "Orang sepertimu barangkali akan mati di bawah pohon saking santainya tertidur disana, atau diantara tumpukan buku-buku di perpustakaan Anggrek." Saya menimbang pilihan kematian itu. Tetapi harapan saya, mungkin suatu hari nanti ada seorang putri dari langit yang akan membuka pikiran saya.


Sekali-kali dengarlah Maliq n D'essensial,


buka mata, hati, telinga,

Sesungguhnya,

masih ada yang lebih penting,

dari sekedar kata cinta...

Yang kau inginkan

tak selalu

Yang kau butuhkan

Mungkin memang yang paling penting

Cobalah untuk membuka mata, hati, telinga



ALIEN YANG BERNAMA LAROPE


Hey, seseorang bernama 'Hahaha' memberi komen di shoutmix

Saya tau ini tidak penting, tapi bagaimana pun juga, kurasa pria, atau wanita yang bernama 'hahaha' ini punya orang tua yang berselera bagus dalam memberi nama.

Membahas tentang nama, saya pernah bertanya pada ibu saya. Kenapa nama saya begitu panjang dan harus, 'Galang'... hmm galang, terdengar seperti kapal atau ornamen wanita yang sering berbunyi berisik di pergelangan tangan. Tidak jelek sih, terdengar lebih mem-bumi, hanya saja ada dua huruf yang berulang dalam "Galang" dan jika nama saya di tuliskan dalam sebuah kode pesan kematian, akan mudah tertebak, dan akan merugikan saya jika suatu hari nanti saya harus membunuh orang.

Terlebih lagi.. Galang Ekaputra Larope, saya tidak ada masalah dengan Ekaputra nya, tetapi mengenai marga saya, 'Larope', kata bapak saya, itu dulu adalah nama nenek moyang kita.. kemudian saya membayangkan hal itu, wow, dulu pernah hidup seorang bernama Larope... Hmm.. hmm.. susah bagi saya untuk membayangkan wujud seseorang yang bernama.. Larope..

Kita bisa membayangkan seseorang bernama Budi, dia tidak terlalu tinggi, rambutnya disisir rapi belah samping, dan kulitnya mulus, mulutnya agak maju tetapi giginya rapi. Atau anda membayangkan seseorang bernama Saritem, agak gendut dan rambutnya diikat ekor kuda. kulitnya putih dan segar, dia tidak terlalu cantik. Kemudian Ahmad, keturunan india berkulit gelap, dan rajin beribada. Gisella, anak orang kaya yang cantik dan agak sombong, punya dua mobil jazz berwarna kuning, terlihat seperti sepasang sepatu. Indah, anak dari keluarga biasa-biasa saja yang baik hati.

Lalu coba kita bayangkan,.. seseorang.. yang bernama.. Larope... hmm... AH sial,... APA BENAR ITU SEBUAH NAMA DARI SEORANG INDIVIDU YANG PERNAH HIDUP? SAYA MASIH TIDAK PERCAYA ITU SEBUAH NAMA SESEORANG, saat membayangkan Larope, yang terpikirkan sebuah planet di luar angkasa sana... saya curiga Larope ini seorang Alien.

PRIA INI MENONTON HATTORI


Waktu itu entah hari apa saya lupa. Sudah 5 bulan dan motor saya waktunya melakukan perawatan seperti biasa, jadi saya menuju tempat servis motor Honda terdekat. Saat itu pukul 12.00, benar-benar waktu yang tidak tepat untuk berurusan dengan hal-hal seperti ini, waktu seperti ini adalah waktu makan siang. Jadi saya menunggu bersama teman saya di ruang tunggu.

Waktu kemudian berlalu, dan tiba-tiba seorang montir masuk ke ruang tunggu itu, dia mulai mengganti-ganti chanel di TV kecil di ruang panas itu. Waktu itu saya tengah menonton tentang bencana alam di sebuah stasiun TV, dan pria ini mulai mengganti-ganti chanel.

Pertama, dia berhenti di sebuah reality show, tidak lama kemudian dia mengganti-ganti lagi, dan berhenti di sebuah acara infotaiment. Hmm, saya mulai berpikir, inilah yang akan di nonton pria ini, eh tidak lama kemudian, dia terus, mengganti-ganti lagi, agak lama hingga dia berhenti di sebuah stasiun TV yang saat itu tengah menayangkan iklan. Hmm, apa dia mau menonton iklan? tidak mungkin... dan kemudian terjadilah kejadian yang saya tidak duga sebelumnya. Sebuah soundtrack music yang dulu begitu akrab di telinga saya saat masih bocah terdengar, "mendaki gunung, lewat di lembah, sungai mengalir indah ke samudera." YUP, BETUL SEKALI, SOUNDTRACK NINJA HATTORI, saya belum yakin sepenuhnya pria ini akan menonton kartun itu. Tetapi... kejadian itu terjadi, dia meletakan remote TV usang itu, dan mulai memperbaiki posisinya di kursi itu, berusaha senyaman mungkin.

Saya tidak mampu berpikir lagi, kenapa hal ini terjadi, kenapa dia menonton ninja Hattori? Kenapa dia tidak menonton siaran berita saja? Atau kenapa dia tidak makan siang saja? Kenapa semua ini harus terjadi di ruang tunggu yang kecil ini? Kenapa dia harus sangat dekat dengan TV itu? Kenapa ada dispenser di samping TV yang tidak disertai Galonnya? Atau kenapa saat saya memotretnya terang-terangan dengan menggunakan blits dia tidak terpengaruh? ckckc.. semua pertanyaan itu bergumul menjadi satu, dan akhirnya saya hanya bisa terpaku menonton ninja hattori juga.

Merry Christmas with Maliq n D'essensial


Siapapun pasti akan iri jika tahu temannya nonton Maliq and D'essensial secara live. Foto ini saya ambil dari kamera hape saya tanpa zoom, jadi bisa kau bayangkan seberapa dekat saya. Hey, hey kenapa cemberut, jangan iri seperti itu, Ini hari Natal! Hahaha

Mereka tampil selama satu jam, dan begitu tersiksanya saya untuk menahan tidak menggerakan badan, mengikuti musik jazzy mereka yang begitu khas. Dua orang yang terlihat bersaudara di depan saya tampak tidak peduli melempar pantat mereka kesana-kemari. Setelah saya berusaha tidak peduli dengan pantat-pantat itu, betapa kagetnya saya pantat-pantat yang urakan itu bertambah satu, dan itu pantat ibu mereka. Mereka benar-benar D'essensial(sebutan untuk fans Maliq and D'essensial) sejati yang tak peduli pantat mereka menghantam anak kecil yang sedang menyebrang melintasi lokasi konser.

Mereka membawakan hampir 5-8 lagu, lengkap dengan hits-hits mereka, seperti Dia, Mata hati telinga, terdiam, dan sebuah hit single terbaru mereka, Beautiful Life. Hmm, dalam waktu dekat ini sebaiknya saya menabung untuk album terbaru mereka.

Merry Christmas! Hohohohohoho!


It's Time to Sleep

Sebuah poster untuk Film pendek, yang berjudul Sleeping. Hal mengerikan dari poster ini, rambut saya entah diapakan oleh sebuah alat penjepit seperti capit Tuan Crap, benda itu panas. Berulang kali saya katakan, "KUPERINGATKAN! JANGAN SAMPAI KENA TELINGAKU! "