
Waktu itu entah hari apa saya lupa. Sudah 5 bulan dan motor saya waktunya melakukan perawatan seperti biasa, jadi saya menuju tempat servis motor Honda terdekat. Saat itu pukul 12.00, benar-benar waktu yang tidak tepat untuk berurusan dengan hal-hal seperti ini, waktu seperti ini adalah waktu makan siang. Jadi saya menunggu bersama teman saya di ruang tunggu.
Waktu kemudian berlalu, dan tiba-tiba seorang montir masuk ke ruang tunggu itu, dia mulai mengganti-ganti chanel di TV kecil di ruang panas itu. Waktu itu saya tengah menonton tentang bencana alam di sebuah stasiun TV, dan pria ini mulai mengganti-ganti chanel.
Pertama, dia berhenti di sebuah reality show, tidak lama kemudian dia mengganti-ganti lagi, dan berhenti di sebuah acara infotaiment. Hmm, saya mulai berpikir, inilah yang akan di nonton pria ini, eh tidak lama kemudian, dia terus, mengganti-ganti lagi, agak lama hingga dia berhenti di sebuah stasiun TV yang saat itu tengah menayangkan iklan. Hmm, apa dia mau menonton iklan? tidak mungkin... dan kemudian terjadilah kejadian yang saya tidak duga sebelumnya. Sebuah soundtrack music yang dulu begitu akrab di telinga saya saat masih bocah terdengar, "mendaki gunung, lewat di lembah, sungai mengalir indah ke samudera." YUP, BETUL SEKALI, SOUNDTRACK NINJA HATTORI, saya belum yakin sepenuhnya pria ini akan menonton kartun itu. Tetapi... kejadian itu terjadi, dia meletakan remote TV usang itu, dan mulai memperbaiki posisinya di kursi itu, berusaha senyaman mungkin.
Saya tidak mampu berpikir lagi, kenapa hal ini terjadi, kenapa dia menonton ninja Hattori? Kenapa dia tidak menonton siaran berita saja? Atau kenapa dia tidak makan siang saja? Kenapa semua ini harus terjadi di ruang tunggu yang kecil ini? Kenapa dia harus sangat dekat dengan TV itu? Kenapa ada dispenser di samping TV yang tidak disertai Galonnya? Atau kenapa saat saya memotretnya terang-terangan dengan menggunakan blits dia tidak terpengaruh? ckckc.. semua pertanyaan itu bergumul menjadi satu, dan akhirnya saya hanya bisa terpaku menonton ninja hattori juga.





No response to “PRIA INI MENONTON HATTORI”
Posting Komentar