PERCAKAPAN JAM 12 MALAM!

Malam itu dingin, dan bulan tak begitu sempurna di singgsananya, cahayanya redup membias menerobos jarum-jarum hijau pohon pinus di bukit dingin kotak kecil Malino. Tak begitu jauh dari sana, sebuah rumah berbahan kayu yg selama ini sepi tengah sesak dipenuhi sekumpulan remaja yg tengah melepas segala penat yg terakumulasi sejak minggu lalu. Saya berada disana, berusaha tidur ditengah lautan dengkur.

Saat itu pukul 11 malam, tepat sebuah kentut dahsyat berhembus entah dari pantat siapa. Sejak saat itu mata ini terus merem melek hingga akhirnya saya tak sengaja mencuri dengar sebuah percakapan menarik dari sekumpulan orang malam. Mereka seluruhnya pria.

“Jelas yang cantik lah!” Itu kata pertama yang mengiringku mengikuti percakapan mereka. Saya hanya bisa menebak-nebak ke mana arah percakapan mereka, apa lagi mereka melakukannya dalam keadaan setengah berbisik. Perlu kepastian pikirku, aku kemudian berkata dengan suara datar, “Tidak, kalau saya hati bos.”. Benar saja sebuah respon pro dari suara seorang wanita terdengar. Segera saja ku simpulkan orang2 malam itu sedang mendiskusikan, mana yang terpenting dari seorang wanita, apakah HATI atau KECANTIKAN FISIKnya?? Kurasa ini menarik.

Salah satu dari mereka, Christian sang pemilik rumah, memberikan perbandingan jelas mengapa harus kecantikan yang terutama. “Saat bangun pagi, kalau istri cantik yang membangunkan jelas saja saya langsung bangun tanpa huh hah, tapi coba yang datang jelek, biar hatinya lembut, memangnya bisa keliatan? Mending tidur saja biar tak bangun2 lagi!” katanya diikuti cekikikan seperti suara cecak dari teman pria yang mengelilinginya. Memang sih terdengar seperti lelucon murahan, tapi itu benar2 apa yg ada di otak para laki2.

Berbicara mengenai laki2, ada banyak hal yg segera terlintas. Namun satu yg berhubungan dengan topik ini, yaitu permasalahan dengan MATA mereka. Benar, kaum ini terjebak dalam kondisi kompleks dengan mata mereka. Hingga ada sebuah ungkapan personifikasi di berikan pada mereka, para kaum hawa sering mengatakannya, LELAKI MATA KERANJANG. Mata mereka(termasuk saya) bagaikan sebuah keranjang berjalan, yang dimana setiap melihat barang bagus segera saja dimasukan ke dalam mata keranjang mereka. Oleh karena itu, wajar saja seorang pria yg sudah memiliki girlfriend masih suka liat kesana kemari. Sumpah, mata ini benar2 susah di kontrol.

Saya mendefinisikan seni dan kecantikan sebagai dua hal yg berbeda. Seni merupakan suatu hal murni yg terkandung dari sebuah benda yg entah mengapa hanya bisa dirasakan oleh org2 gondrong, jarang mandi dan bau (maksd sy, para seniman), bahkan perlu waktu lama untuk mampu memahaminya. Sementara kecantikan sesutu yg rasa (feel) nya bersifat universal, mampu ditangkap oleh setiap golongan dengan hanya sekali lihat. Memangnya ada, yg menilai Aura Kasih sexy baru setelah mengamatinya dalam jangka waktu yg lama? Jadi, kurasa mulai wajar mengapa kecantikan di tempatkan sebagai yg terutama.

Saya seperti mendengar suara geraman wolverine yg bertemu Sabertooth (“grrrrrrr”) dari para wanita setelah paragraf di atas. Benar saja, tersa sangat tak adil, secara kecantikan merupakan hal yg berbau relatif dan memiliki arti yang beragam. Tapi apa benar serelatif saat disuruh memilih makanan kesukaan? Jawabannya; “tidak.” Saya coba memberikan sebuah kasus menarik, di sebuah panggung megah sya menjejerkan 4 org gadis cantik, mereka terdiri dari Luna Maya, Aura Kasih, Omas wati, dan Julia Perez. Kemudian ambilah 3 – 4 pria, dan perintahkan pda mereka untuk mengeliminasi yg ter-tak cantik dari nominasi. Kurasa semua pria itu akan mengeliminasi anda-tahu-siapa dari jejeran gadis2 cantik itu, kecuali seorang di antara mereka katarak. Lihat, anda sendiri mulai menyadarikan kecantikan bukan sesuatu yg sangat relatif. Sangat mudah untuk kita membagi-bagi mana yg cantik dan tidak.
Lalu, mengapa ada kata relatif itu bagi kecantikan? Sangat mudah, saya berpikir seperti ini; mungkin saja kata relatif itu dibuat hanya untuk menjaga perasaan mereka yg tak diberi anugrah keindahan itu dari Tuhan. (lagi2 terdengar tak adil ya? Org2 berkata begini; lebih baik selamanya mengetahui kebohongan dari pada kenyataannya mampu membunuhmu. Di telingaku peribahasa itu terdengar seperti lelucon yg dibuat para org2 lemah. Mengapa? Karena sungguh jelas, TAK ADA YG LEBIH BAIK DARI PADA KEBENARAN ITU SENDIRI. Karena kita bukan hidup di dunia mimpi yg mampu memberikan angan2 setinggi langit.)

Kembali ke Topik! Jangan dulu mnarik ksimpulan seenaknya, misalnya dengan mnganggap seluruh laki2 itu hanya melihat ke kecantikan fisik semata. Jangan salah bung, keberadaan org2 seperti teman sy ini, Christian, justru tak jauh lebih banyak dari pd lelaki yg lebih melek ke hati. perbandingannya 3:2 untuk lelaki dgn pndngan ke hati wanitanya.

Ada suatu iklan menarik di TV belakangan ini, saya tidak tahu iklan itu dlm rangka apa, yg jelas di sana ada seorang wanita yg berkata-kata ttg hal lebih memilih pria dari pd cowok dgn berbagai alasan. Disinilah para laki2 yg lebih melihat ke ketulusan hati, ialah para PRIA yg mereka katakan itu. Para pria ini merupakan org2 berpikiran panjang dan sungguh menyadari komplikasi2 yg akan datang dlam suatu hubungan. Mereka tahu betul masalah(problem) tak mempunyai banyak waktu senggang dlm suatu hub yg komleks. Disnilah titik balik yg menjadi pusat perhatian sy; para pria itu mempunyai pemikiran seperti ini; BUKANLAH KECANTIKAN YG MAMPU MEMECAHKAN MASALAH, MELAINKAN HANYA KETULUSAN HATI YG SANGGUP MELAKUKANNYA. Jadi, berbahagialah mereka yg tak begitu cantik tapi memiliki seorang pacar, pacar kalian itu adalah para PRIA sejati ini, sungguh tulus mencintai anda. Makanya jgn sia2kan mereka. Dan, sungguh kasian mereka yg cantik, sy yakin sekali (krn sy pria) alasan utama mereka mencintai anda hanya krn kecantikan anda yg bersifat rapuh tersebut. Jgn tanyakan pd mereka, krn pasti mereka akan berbohong. Tapi bukan masalahkan? Bukan hal yg salah dicintai krn kecantikan fisik. Disitulah kelebihan anda, anda harus sdr bnyak yg iri pd anda saat ini.

Benar sekali, saat itu, saat kabut putih mulai menebal, dan nyanyian jangkrik saling beradu dgn gemercik aliran air. Saya masih tetap pd pendirian sy sebagi sosok yg lebih melihat kehati. Hingga, sebuah suara berat, entah dari Christian, Michan, James, Romano dan sesosok lg entah siapa, tubuhnya terselubungi bayangan terus membisikan suatu kata padaku yg membuatku merubah pandanganku. Suaranya berat dan terasa melayang di kepala ini, suara itu terus berbisik hingga perlahan membawaku memasuki alam bawah sadar yg jauh. Kuharap sosok yg kurasakan itu bukan para penghuni lubang kecil di perbukitan pohon pinus Malino. –G-l@nk

No response to “PERCAKAPAN JAM 12 MALAM!”

Posting Komentar